Shanghai, Si Paris dari Timur

September 10th, 2019 / / Comments Off on Shanghai, Si Paris dari Timur
Posted in On the Road

Dua dekade terakhir, Shanghai berkembang menjadi sentra keuangan dan budaya, sehingga banyak perusahaan internasional menjadikan Shanghai sebagai basis mereka. Kehadiran area konferensi terbaru yang besar serta
layanan bebas visa bagi pendatang yang transit kurang dari 72 jam di Bandara Internasional Shanghai Pudong dan Bandara Internasional Hongqiao, yang berlaku bagi lebih dari 45 negara menjadi alasan utama Shanghai menarik sebagai destinasi bisnis.

Lebih dari sekadar kota yang dijuluki versi orientalnya Paris, Shanghai menawarkan banyak pesona untuk ditelusuri seusai pertemuan bisnis. Berikut kami pilihkan beberapa di antaranya.

Bund Sightseeing Tunnel

Layaknya memasuki film fiksi ilmiah, tempat yang berada di bawah Sungai Huangpu ini merupakan terowongan pertama yang dibuka untuk umum. Terowongan sepanjang 646,70 meter ini menghubungkan kawasan The Bund dan Lujiazui Finance & Trade Zone. Walau perjalanan di terowongan ini hanya 3-5 menit, namun penumpang akan menikmati permainan efek visual dan suara yang mengesankan. Untuk menikmati perjalanan di dalam terowongan ini, pergilah ke selatan Oriental Pearl Tower di Pudong atau utara Chenyi Square di Bund dengan tiket satu arah 50 yuan atau 70 yuan untuk dua arah.

Moganshan Road Art District (M50)

Tempat ini dulunya merupakan gudang bobrok di selatan Sungai Suzhou. Walau lebih kecil dibanding 798 di Beijing yang menawarkan konsep atraksi serupa, namun M50 tetap menjadi simbol pergerakan seni kontemporer di Shanghai. Di sini terdapat sejumlah kedai kopi, toko furnitur, toko perlengkapan seni, serta toko yang menjajakan barang antik dan pernakpernik. Bagi penikmat seni, terdapat beberapa galeri yang bisa
diintip, seperti Eastlink Gallery yang berada di lantai lima, M97 Photography Gallery, dan shangART H-Space Gallery yang merupakan salah satu galeri seni kontemporer tertua di Shanghai dan kerap memamerkan karya-karya seniman lokal ternama. Tak perlu membeli tiket masuk, setengah hari di sini cukup untuk mengenal perkembangan seni kontemporer di Shanghai.

Shanghai Natural History Museum & Jing’an Sculpture Park

Sebagai salah satu museum sejarah alam terbesar di Tiongkok dan merupakan cabang dari Shanghai Science and Technology Museum, Shanghai Natural History Museum yang berada di distrik bisnis Jing’an dibangun dengan eksterior berbentuk cangkang spriral yang ramah lingkungan. Tema dasar museum adalah keharmonisan hubungan manusia dengan alam yang menampilkan proses evolusi dan peradaban manusia. Museum yang dibuka pada 2015 ini memamerkan sejumlah koleksi
menarik, seperti ragam fosil dan tengkorak, kehidupan serangga dan binatang melata, dan hasil taksidermi (seni menyumpal tubuh hewan mati agar terlihat hidup). Selepas mengunjungi Shanghai Natural History Museum, sekalian saja bersantai di Jing’an Sculpture Park yang merupakan halaman museum ini. Taman artistik ini dihiasi patung-patung karya seniman internasional. Tak ada biaya masuk, taman ini dapat dinikmati hingga pukul 20:00 setiap hari.

Shanghai Propaganda Poster Art Centre

Berawal dari hobi, Yang Pei Ming tertarik mengumpulkan berbagai poster proganda pemerintah Tiongkok di masa-masa awal membuka diri untuk hubungan internasional. Poster-poster ini ia kumpulkan sejak 1980-an, di mana dulunya poster-poster ini terpajang di kantor-kantor organisasi pemerintah, museum, perpustakaan, dan pusat kebudayaan. Dengan koleksi yang mencapai lebih dari 5.000 poster ini, Yang kemudian memutuskan untuk mendirikan museum pribadi di lantai bawah sebuah apartemen di Huashan Road. Koleksi poster yang dipamerkan terbagi ke dalam tiga era, yaitu era Mao Zedong setelah mendirikan negara Tiongkok, era Great Leap Forward di akhir 1950-an, dan era revolusi budaya yang marak dengan poster-poster yang dibuat menggunakan teknik woodcut dengan gambar-gambar yang berani dan ekspresif.