Ryokan dan Minshuku, Serupa Tapi Tak Sama

September 4th, 2020 / / Comments Off on Ryokan dan Minshuku, Serupa Tapi Tak Sama
Posted in On the Road

Salah satu cara untuk merasakan pengalaman wisata dengan kearifan lokal dengan melakoni gaya hidup warga setempat. Jika berkunjung ke Jepang, cobalah untuk bermalam di penginapan tradisional yang memadukan pemandangan alam yang asri dan keramahan warga Jepang yang sudah dipuji para wisatawan.

Untuk pilihan tempat menginap, Jepang menawarkan ryokan dan minshuku. Walau terlihat serupa dengan gaya tradisional, namun kedua tipe penginapan ini tak sama.

  • Minshuku

Dapat diartikan sebagai bed and breakfast versi Jepang, minshuku biasanya dioperasikan oleh keluarga. Bermalam di minshuku artinya tamu diberi kesempatan untuk bertemu dan berinteraksi langsung dengan keluarga lokal, sekaligus merasakan gaya hidup tradisional Jepang.

Biasanya Minshuku terletak di sekitar kawasan wisata, seperti pemandian air panas, resor ski, dan area pegunungan. Ada juga yang beroperasi di kota-kota pedesaan atau di tepi laut. Jika ingin bermalam di minshuku, dapat mengunjungi Shirakawa-go dan Gokayama yang menghadirkan akomodasi di rumah pertanian tradisional yang bersejarah.

Minshuku cenderung lebih kecil, dengan menyediakan beberapa kamar tamu. Fasilitasnya termasuk standar, seperti tersedia televisi kecil, meja kecil, pemanas, satu set perangkat minum teh, dan handuk. Interiornya mirip ryokan, dengan kamar beralas tatami, kasur futon, fasilitas kamar mandi dan toilet khas Jepang yang digunakan seluruh tamu minshuku.

Tarif standar menginap di minshuku berkisar 5.000 hingga 10.000 yen per orang, per malam, sudah termasuk makan malam dan sarapan. Namun ada beberapa minshuku yang hanya menyajikan sarapan atau tanpa jamuan makan sama sekali.

  • Ryokan

Berbeda dengan minshuku yang lebih sederhana, ryokan adalah penginapan bergaya Jepang yang dapat ditemukan di seluruh Jepang, terutama di resor-resor mata air panas. Tidak hanya sebagai tempat untuk bermalam, ryokan merupakan wadah bersahabat bagi tamu asing untuk mengenal budaya Jepang, lengkap dengan protokol detil bermalam di penginapan bergaya tradisional.

Ryokan memiliki banyak variasi, dilihat dari ukuran kamar, biaya, dan gaya pelayanan. Beberapa ryokan berukuran kecil, dengan beberapa kamar dan dikelola keluarga. Sementara ryokan lain berukuran besar dengan fasilitas seperti hotel dan tersedia ratusan kamar.

Kamar di ryokan biasanya dirancang untuk dua hingga empat penghuni, meskipun kelompok yang lebih besar terkadang dapat diterima di satu kamar. Sama seperti minshuku, kami dilapisi tikar tradisional, tatami, meja rendah, dan biasa tersedia ruang kecil untuk duduk, yang dipisahkan dari ruang tamu dengan pintu geser. Biasanya area ini berkarpet, dengan meja dan kursi bergaya Barat.

Selama bermalam di ryokan, tamu akan diberi set yukata (yukata, obi/ikat pinggang, jaket yukata, terkadang dengan kaus kaki), pakaian tradisional mirip kimono, namun lebih kasual dan terbuat dari katun. Yukata bisa difungsikan sebagai jubah mandi atau pakaian yang dikenakan saat makan malam, sarapan, termasuk ke kamar mandi. Di beberapa resor onsen, yukata dapat dikenakan untuk berjalan-jalan sekitar kota, yang disertai geta (sandal kayu).

Selagi bermalam di ryokan, manjakan diri dengan berendam di pemandian air panas (onsen), yang biasanya merupakan fasilitas standar. Pemandian ryokan biasanya merupakan fasilitas umum yang dipisahkan berdasarkan jenis kelamin. Banyak ryokan memiliki banyak pilihan pemandian, baik di dalam maupun luar ruangan, terkadang berada di lokasi terpisah dengan tempat menginap.

Dengan layanan dan fasilitas layaknya hotel, biaya menginap di ryokan rata-rata antara 15.000 hingga 25.000 yen per orang, per malam. Dengan tarif tersebut, tamu dapat dimanjakan selama masa inap, mencakup makan malam set menu lengkap dan sarapan. Makanan yang disajikan biasanya berupa kaiseki ryori (Japanese haute cuisine) dengan sajian khas lokal dan musiman.