Menyusuri Pegunungan Biru

November 13th, 2015 / / Comments Off on Menyusuri Pegunungan Biru
Posted in On the Road

 

Hanya dua jam naik kereta dari kota terbesar di Australia, terhamparlah Blue Mountains yang asal usulnya dikisahkan dengan banyak versi oleh orang Aborigin.

 

Berawal dari keinginan untuk mencari suasana yang jauh dari keramaian kota metropolitan Sydney, saya menemukan sebuah destinasi yang menarik perhatian, yaitu Blue Mountains yang berlokasi sekitar 100 kilometer dari pusat kota. Pegunungan yang membentang sepanjang 96 kilometer ini disebut-sebut sebagai wilayah yang memiliki suasana santai dan natural, serta menawarkan akses lebih dekat ke kehidupan liar alam Australia.

 

Kisah Tiga Saudari

Lokasi yang paling populer dikunjungi turis di Blue Mountains adalah Echo Point yang merupakan viewing point untuk melihat formasi bebatuan unik berjuluk The Three Sisters. Tiga bukit batu berjejer berdampingan yang menjulang setinggi 900 meter di tengah-tengah lembah ini bisa dinikmati dari platform bertingkat dua yang sudah disediakan oleh pemerintah setempat.

Tak puas hanya melihat dari platform, saya mencari jalan untuk bisa melihat Three Sisters lebih dekat. Rupanya salah satu dari bukit batu tersebut bisa diakses melalui fasilitas yang sengaja dibangun untuk kepentingan pariwisata. Setelah berjalan melalui area pepohonan selama lima menit, terdapat tangga yang dibangun dari konstruksi besi serta kawat dengan medan menurun tajam dari permukaan tanah menuju ke bawah lembah. Sepanjang jalan saya berpapasan dengan beberapa pengunjung yang sedang kehabisan napas menaiki tangga untuk kembali ke Echo Point.

Di kalangan orang Aborigin, terdapat banyak legenda yang mengisahkan asal usul Three Sisters, termasuk kisah mengenai tiga perempuan bersaudara bernama Meehni, Wimlah, dan Gunnedoo yang oleh ayahnya diperintahkan untuk diubah menjadi batu demi melindungi mereka dari perang antarsuku. Namun dukun yang mengubah mereka terbunuh dalam peperangan sehingga mantranya tidak bisa dibalikkan dan tiga gadis ini menjadi batu hingga sekarang.

 

novani nugrahani

Scenic World

Katoomba merupakan kota terbesar dan yang paling sering dikunjungi di Blue Mountains. Kota ini berkembang menjadi kawasan pertambangan batu bara setelah J.B. North mendirikan Katoomba Coal Mine pada 1879. Batu bara ini ditambang dari sisi gunung dekat Orphan Rock dan diangkut dari dasar lembah ke atas menggunakan cable car. Setelah tambang ini tidak beroperasi lagi pada awal abad 20, Katoomba kemudian menjadi kota resor, sementara jalur keretanya sendiri kini dimanfaatkan untuk atraksi turis.

Dikelola oleh Scenic World (www.scenicworld.com.au), fasilitas ini bisa dimanfaatkan bagi turis yang ingin menikmati panorama Blue Mountains tanpa perlu banyak berjalan kaki. Saya sempat menjajal Scenic Railway, yaitu kereta penumpang tercuram di dunia dengan kemiringan rel 52 derajat.

Selain itu, terdapat Scenic Skyway, yaitu semacam kereta gantung yang rutenya menyeberangi Jamison Valley di lintasan sepanjang 720 meter. Sembari menikmati hembusan angin yang masuk melalui jeruji dinding kereta, saya dapat mengagumi pemandangan 360 derajat yang sangat spektakuler, yakni Three Sisters di satu sisi dan Katoomba Falls setinggi 240 meter di sisi yang lain.

Pilihan lainnya adalah Scenic Cableway yang memegang predikat sebagai cable car terbesar di Australia dengan kapasitas angkut maksimal 84 orang. Perjalanan sejauh 545 meter ini menurun menuju Jamison Valley, dan tak lama setelah cable car melalui hutan lebat, terbentanglah panorama berupa Orphan Rock yang menurut informasi pemandu dulunya merupakan ikon Blue Mountains sebelum Three Sisters meroket popularitasnya.

 

novani nugrahani

Beyond Katoomba

Selain Katoomba, Leura yang menjadi kota tetangga juga sering dijadikan tujuan wisata oleh wisatawan asing dan destinasi akhir pekan oleh warga Sydney. Mirip dengan Katoomba, deretan kafe dan butik-butik vintage menghiasi jalanan utama Leura yang berada di depan stasiun kereta apinya. Kalau Katoomba punya Yellow Deli Cafe (214 Katoomba Street) yang menyajikan berbagai sandwich, kopi, teh organik, jus buah, serta menu sarapan lainnya, di Leura ada Lily’s Pad Cafe (19 Grose Street) yang menyajikan housemade baked goods, seperti muffin, cakes, quiche, serta berbagai salad dengan kombinasi yang unik.

Di Leura juga ada beberapa walking track yang jalurnya melewati spot-spot cantik, seperti Leura Cascades, Bridal Veil Falls, dan Gordon Falls. Semua trek dijamin aman karena sudah ada jalurnya, tinggal pilih saja mau jalur yang durasinya berapa lama.

 

Teks: Susan Poskitt

Artikel lengkap dapat dibaca di majalah Panorama edisi November-Desember 2015