Menginap di Kastel ala Bangsawan (Bagian 3)

May 10th, 2019 / / Comments Off on Menginap di Kastel ala Bangsawan (Bagian 3)
Posted in On the Road

Bagi yang ingin beberapa hari tinggal di sebuah kastel bersejarah dan mencicipi kehidupan bak keluarga kerajaan di Eropa, kami merekomendasikan kastel-kastel istimewa berikut. Seleksi ini kami buat berdasarkan bentuk bangunan yang tak hanya megah dan kaya kisah, namun juga di sekitarnya banyak atraksi yang dapat dikunjungi untuk sebuah perjalanan berkesan.

CHÂTEAU D’ISENBOURG, PRANCIS

Tak ada yang lebih menakjubkan daripada bermalam di sebuah kastel di perkebunan anggur di kawasan Alsace yang menghadap kota abad pertengahan. Itulah yang ditawarkan Château d’Isenbourg (grandesetapes.com) di Prancis. Tak ada yang mengetahui secara persis asal-usul nama Isenbourg, namun bagi sebagian orang kerap menyebut kastel ini sebagai Eisenburg atau yang berarti kastel besi. Sebagian lagi menyebutnya dengan Isisburg, yang berarti kastel Isis, dewi kehidupan dalam mitologi Mesir kuno. Situs ini memang sudah ditempati sejak zaman Romawi kuno karena fungsinya sebagai pos untuk kepentingan komersil dan milter.

Pemilik kastel ini, Dagobert II, konon menyumbangkan kediamannya itu kepada Keuskupan Stasbourg setelah puteranya yang sakit-sakitan seketika sembuh bak mukjizat. Sejak itu, Isenbourg menjadi kediaman favorit para uskup Strasbourg hingga Revolusi Prancis bergulir. Château tersebut kemudian dijual dan struktur lamanya dihancurkan pada 1822. Kemudian, pada 1972, René Traversac tertarik dengan proposal dari S.Y.N.V.A (serikat pedagang dan produsen anggur di perkebunan Alsatian). Mereka menyadari bahwa Château d’Isenbourg memiliki potensi sebagai hotel mewah pertama di kawasan itu. Dua tahun kemudian, Château d’Isenbourg pun dibuka untuk umum.

Château d’Isenbourg menawarkan panorama Bukit Vosges yang indah, dataran Rhine, dan Black Forest dari kejauhan. Menawarkan iklim Mediterania yang menyenangkan, kaya akan sejarah, serta Lembah Rhine yang mengagumkan, kawasan ini pun menawarkan paduan budaya Prancis dan Jerman yang unik, serta reputasi sebagai salah satu daerah penghasil anggur terbaik di dunia.

Château d’Isenbourg sendiri memiliki 41 kamar yang terbagi dalam enam tipe, yaitu Superior Room, Deluxe Room, Junior Suite, Suite Siegeberg, Classic Room, dan Traditional Room. Semua kamar menyajikan pemandangan yang berbeda-beda, yaitu ke arah taman asri, perkebunan anggur, atau dataran Alsace. Para tamu dapat menikmati fasilitas berupa spa dengan kolam renang di dalam ruangan, sauna, jacuzzi, dan hammam, sambil mengagumi pemandangan sekitar yang menakjubkan.

Hampir setiap akhir pekan, kastel menggelar program hiburan Musical Weekends dengan ragam tema dan genre musik. Dapat dihadiri untuk umum, tak hanya para tamu yang menginap, program Musical Weekends ini pun ditawarkan dalam bentuk paket, yaitu tiket konser dengan sajian cocktail dan jamuan makan malam. Agar tertarik menginap di kastel, kadang paketnya pun ditambahkan dengan akomodasi dan sarapan untuk keesokan harinya.

Alsace sendiri adalah kawasan perkebunan anggur yang terkenal berkat anggur putihnya, terutama jenis Riesling, Gewürztraminer, Pinot Gris, Muscat, Sylvaner, dan Pinot Blanc. Sejumlah perkebunan anggur yang dapat dikunjungi untuk mencicipi wine, antara lain Lucien Albrecht (lucien-albrecht.com), Domaine Marcel Deiss (marceldeiss.com), Domaine Ostertag (domaine-ostertag.fr), Domaine Trimbach (trimbach.fr), Kuentz-Bas (kuentz-bas.fr), Domaines Schlumberger (domaines-schlumberger.fr), Domaine Zind Humbrecht (zindhumbrecht.fr), dll.

Saat terbaik untuk menikmati wine di Alsace adalah Mei hingga November karena di bulan-bulan tersebut terdapat setidaknya 50-an festival anggur yang dimeriahkan parade, pertunjukan musik, dan pasar lokal. Salah satu festival yang direkomendasikan adalah yang digelar di St-Hippolyte, sebuah kota kecil di jalan yang mengarah ke Kastel Haut-Barre. Festival anggur di sini dirayakan pada dua akhir pekan terakhir setiap September.

Selain jelajah perkebunan anggur, kota tua Rouffach pun menawarkan monumen dan rumah-rumah bergaya Renaissance yang khas, termasuk menara penyihirnya. Rouffach memang terkenal akan Festival Penyihir yang mirip dengan perayaan Halloween di Amerika Utara. Bedanya, festival ini dimeriahkan dengan pertunjukan musik Celtik, teater jalanan, pasar abad pertengahan, wahana bermain anak-anak, lomba kostum dan tata rias, serta lomba sapu penyihir. Tahun ini, kemeriahan Festival Penyihir akan berlangsung pada 14 Juli dan akan dipusatkan di dekat Menara Penyihir.

AKSES

Dari Jakarta menuju Basel naik Turkish Airlines (turkishairlines.com) dengan transit di Istanbul. Dari Bandara Internasional Basel-Mulhouse-Freiburg, naik taksi (kiwitaxi.com) menuju Château d’Isenbourg atau menggunakan jasa antar-jemput (suntransfers.com) dengan durasi perjalanan sekitar 40 menit.