Kota Penuh Gairah Selepas Senja

October 25th, 2017 / / Comments Off on Kota Penuh Gairah Selepas Senja
Posted in On the Road

Setelah matahari menghilang dan lampu-lampu menggantikan terang, para penyuka kehidupan malam pun berkeliaran di segala penjuru kota untuk menutup hari di bar, menikmati alunan musik jazz di klub ternama, atau menyaksikan pertunjukan kabaret spektakuler. Dari kota cahaya hingga kota yang tak pernah tidur, inilah kota-kota yang menyajikan hiburan malam terbaik yang pernah ditawarkan dunia.

1. Amsterdam

Red Light District (dikenal juga sebagai De Wallen) yang berada di antara Central Station, Nieuwmarkt, dan Dam Square merupakan pusat kehidupan malam di Amsterdam, terlebih setelah pemerintah gencar menarik turis ke daerah ini dengan menghadirkan sejumlah bar, klub, toko, kafe, dan restoran berkonsep unik. Sebut saja TonTon Club yang menempati bekas supermarket Sexy Land. Beroperasi sekitar empat tahun lalu, kafe yang buka hingga pukul 01:00 ini menawarkan berbagai permainan, mulai dari board games, meja hoki, mesin pinball, hingga mesin arcade – termasuk Pac-Man dan Harley-Davidson & L.A. Riders, yang semuanya bisa dinikmati sambil meneguk bir dan mengudap hot dog. Selain De Wallen, penyuka film dapat mengunjungi The Movies, bioskop tertua di Amsterdam untuk menonton film indie dalam ruangan bergaya Art Deco, kemudian menuju bar dan restoran di sampingnya untuk mengudap. Bagi yang ingin menyaksikan pertunjukan musik hidup, Paradiso adalah pilihan yang tepat. Sementara yang ingin menjauh dari keramaian, mampirlah di Wynand Fockink, salah satu bar tertua di Amsterdam yang memiliki lebih dari 60 jenis minuman beralkohol asal Belanda.

2. Paris

Tak lengkap melewatkan malam di kota cahaya tanpa ke Moulin Rouge dan Lido de Paris untuk menonton pertunjukan kabaret sambil menyesap sampanye. Sedangkan untuk pengalaman unik, berkunjunglah ke Palais Garnier yang meski didirikan pada 1861, namun masih megah dengan dominasi warna emas, hiasan kandelir dan lantai marmer yang berkilauan untuk menyaksikan balet klasik atau opera di auditoriumnya yang berbentuk tapal kuda dan langit-langitnya dihiasi lukisan karya Marc Chagall. Ketika waktu menunjukkan pukul 24:00, mampirlah ke Club Silencio, salah satu klub malam paling bergengsi di Paris milik sutradara David Lynch, di mana nama klub ini diambil dari salah satu filmnya yang paling banyak dibicarakan, yaitu Mulholland Drive (2001). Tak heran, di sini kerap terlihat sejumlah selebriti Hollywood. Klub ini mengizinkan tamu lain selain anggota untuk masuk setelah pukul 24:00 (sebelum pukul 24:00, hanya undangan dan anggota klub saja yang diperbolehkan mengaksesnya). Paris juga memiliki sejumlah speakeasy bar terbaik, seperti La Mezcaleria bagi yang ingin menikmati musik salsa sambil menyeruput El Chilcano, atau Moonshiner (5 Rue Sedaine) yang terletak tersembunyi di balik kulkas milik kedai pizza Da Vito.

3. London

London menawarkan hiburan malam yang beragam, yang bahkan akan menggelitik keingintahuan mereka yang mengaku tidak menyukai kehidupan malam. Kabaret komedi hingga bar-bar mewah, seperti The Blue Bar di hotel The Berkeley yang terkenal di kalangan artis London menawarkan menu koktail kreatif dan pertunjukan musik jazz. Untuk pub yang lebih tradisional, cobalah The Jerusalem Tavern, yang walau mungil namun memiliki menu bir dan ale yang ekstensif, sementara suasananya yang santai pun menyenangkan untuk duduk-duduk. Bagi penyuka seni, kunjungan ke Royal Opera House di Bow Street yang menggelar berbagai pertunjukan setiap malam, termasuk balet klasik dan opera, sayang untuk dilewatkan. Salah satu titik tertinggi di London, yaitu Hampstead Heath, menawarkan pengalaman melihat bintang dari salah satu teleskop milik Hampstead Scientific Society, sementara bagi penyuka sejarah, jangan lewatkan menonton Upacara Kunci di Menara London setiap pukul 21:53, mengikuti The Ghost Bus Tours, atau bermalam di Science Museum dan Natural History Museum.

* Baca selengkapnya di majalah Panorama edisi Oktober – Desember 2017.
Teks: Melinda Yuliani