Destinasi yang Patut Dilewatkan dan Alternatifnya

October 11th, 2018 / / Comments Off on Destinasi yang Patut Dilewatkan dan Alternatifnya
Posted in On the Road

Populasi masyarakat dunia bertambah, begitu pun jumlah para pejalan, seiring dengan membaiknya perekenomian dunia dan bermunculannya berbagai maskapai berbujet rendah serta akomodasi alternatif selain hotel yang lebih terjangkau. Ketika dunia mulai demam media sosial, penyebaran informasi pun semakin mudah, sehingga banyak tempat di dunia yang kemudian masuk daftar impian untuk dikunjungi. Semangat melakukan perjalanan ini imbasnya tentu saja membuat tempat-tempat tertentu menjadi sangat ramai dan kurang nyaman lagi untuk dikunjungi, selain beberapa berdampak buruk yang tak bisa dihindari pada alam, peninggalan sejarah, dan masyarakat setempat. Berikut tiga tempat wisata yang sudah sangat ramai berikut rekomendasi penggantinya untuk sebuah pengalaman perjalanan yang lebih berkesan.

1. Hindari Maya Bay, Pergilah ke Koh Muk
Berkat film “The Beach” (2000) yang dibintangi Leonardo DiCaprio movie, badan taman nasional Thailand sampai harus menutup sementara Maya Bay untuk merestorasi kondisinya setelah dikunjungi arus wisatawan yang tak terkendali dan bahkan mencapai 4.000 pengunjung per hari. Hal ini berimbas pada keadaan terumbu karang yang 75 persennya rusak karena dihantam jangkar kapal tanpa henti.  Untuk menikmati pesona pantai tropis yang masih eksotis seperti yang digambarkan dalam film “The Beach” tersebut, bertolaklah ke Ao Sabai di Koh Muk, Provinsi Trang di Thailand Selatan. Karena akses yang relatif sulit (harus menyewa kapal tradisional dari Haad Farang), maka tempat ini masih di luar radar para pejalan. Pantai berpasir putih yang sepi dan air yang jernih  adalah tempat yang menyenangkan untuk seharian bersantai dan membaca buku. Namun bagi penyuka pesta-pesta di bar tepi pantai yang gempita, Koh Muk mungkin kurang cocok.
2. Hindari Barcelona, Pergilah ke Extremadura
Semua turis yang berkunjung ke Spanyol, terlebih yang baru pertama kali berkunjung ke negara ini, mungkin 80 persennya memasukkan Barcelona. Kota ini memang indah dan unik, namun sudah sangat ramai turis, sehingga masyarakat setempat jengah. Media setempat pun mengakui hal ini dengan melaporkan banyak warga Barcelona yang kini mengalami turismofobia atau takut melihat turis. Warga jadi sulit untuk menikmati kota mereka karena ke mana pun mereka pergi, selalu ada kerumunan turis. Sebagai gantinya, kami rekomendasikan Extremadura di barat daya Spanyol, dekat perbatasan Portugal. Di zaman Romawi, Extremadura adalah kawasan penting di Semenanjung Iberia karena merupakan rute utama perdagangan timah dan tembaga.  Dengan kepadatan penduduk yang hanya 30 orang per meter persegi, dan foto-foto tempat ini pun masih jarang beredar di media sosial, Extremadura pun minim turis. Padahal kota tua yang cantik ini menyimpan banyak reruntuhan Romawi, gang-gang eksotis di Trujillo, dan kota tua Caceres yang membuat pengalaman mengunjungi Spanyol lebih autentik. Bersiaplah buku frasa bahasa Spanyol, karena tak banyak warga yang dapat berbahasa Inggris.
3. Setelah Machu Picchu, Pergilah ke Moray
Machu Picchu memang penyumbang devisa terbesar Peru di sektor pariwisata dan dapat menyaksikan reruntuhan yang tersembunyi di balik pegunungan ini memang pengalaman tak terlupakan seumur hidup. Kini, situs warisan dunia yang telah ditetapkan UNESCO itu telah menunjukkan tanda-tanda kerusakan sehingga pengelola harus membatasi jumlah pengunjung dalam sehari. Setelah atau sebelum mengunjungi Machu Picchu, agar pemahaman akan suku Quecha yang juga membangun Machu Picchu semakin lengkap, kunjungilah Moray di Urubamba yang terletak 50 kilometer di timur laut Cusco. Merupakan laboratorium pertanian suku Quecha yang mirip amfiteater, di sinilah mereka menanam jenis tumbuhan yang berbeda di setiap undakan sesuai suhu terbaik masing-masing. hal ini karena suku Quecha menemukan bahwa suhu di puncak undakan amfiteater dapat berbeda 15 derajat Celcius dengan suhu di dasar amfiteater. Itulah sebabnya kini Peru memiliki 3.000 jenis kentang dan 55 jenis jagung. Sejuk, indah dikelilingi pegunungan, dan misterius, Moray yang tak seramai Machu Picchu adalah salah satu pesona Peru yang sayang untuk dilewatkan.