Berwisata di Area Persawahan Terindah di Indonesia (Bagian 2)

July 27th, 2020 / / Comments Off on Berwisata di Area Persawahan Terindah di Indonesia (Bagian 2)
Posted in On the Road

Pantai, gunung, danau, semua lanskap alam ini sering menjadi pilihan destinasi yang dikunjungi wisatawan. Bagaimana dengan area persawahan? Tampak asri dengan hamparan padi berwarna hijau segar hingga yang sudah menguning, dengan latar gunung dan perbukitan, menjadikannya sempurna.

Wisata di sawah memberi nuansa baru yang menghadirkan unsur tradisional dan alam. Di Indonesia, terdapat beberapa area persawahan dengan kontur, rupa, dan pemandangan sekitar yang memukau. Inilah area persawahan terindah di Indonesia, yang ideal sebagai destinasi wisata dan fotografi.

  • Flores

Ada sekitar delapan kabupaten di Flores yang menanam padi di lahan unik berbentuk seperti sarang laba-laba. Disebut lingko, merupakan sistem pembagian sawah yang bermula dari titik tengah (lodok). Dari titik tengah itu ditarik garis panjang menuju bidang terluar yang disebut cicing. Polanya kecil di bagian dalam dan besar di bagian luar, sehingga mirip jaring laba-laba jika makin luas area tanahnya. Biasanya, ketua adat atau tua-tua kampung akan mendapatkan bagian sawah terbesar. Pejalan yang ingin melihat langsung keunikan sawah sarang laba-laba yang sudah dikembangkan sejak 1930-an dengan mengunjungi Desa Cancar di Ruteng Manggarai.

  • Lembah Harau

Berlokasi di Kabupaten Limapuluh Koto, dekat kota Payakumbuh, Lembah Harau memberi gambaran alam Sumatera Barat berupa tebing-tebing karst yang mengapit hamparan lahan sawah dan jajaran air terjunnya. Untuk menikmati pemandangan menakjubkan khas Lembah Harau, wisatawan biasanya mendaki menuju puncak tebing yang memerlukan waktu 60-90 menit pendakian. Biasanya, pejalan melakukan perjalan sehari ke Lembah Harau dan memilih menginap di Padang yang menawarkan banyak pilihan akomodasi, namun jika ingin merasakan suasana alami Lembah Harau, tersedia akomodasi berupa homestay sekitar lokasi.

  • Puncak Gebang

Berlokasi di Desa Bawuran, Pleret, Bantul, Puncak Gebang mudah saja diakses dari pusat kota Yogyakarta. Hanya membutuhkan perjalanan sekitar 30 menit melewati Jalan Imogiri Timur untuk menuju Desa Bawuran. Begitu mendekati lokasi, pejalan akan bertemu dengan hamparan sawah di kiri-kanan jalan, yang akan menemani sembari kendaraan melaju menuju bukit yang ikonis dengan plang besar bertuliskan ‘Puncak Gebang”. Di balik plang tersebut, tersaji pemandangan hamparan sawah yang tadi dilewati, menyatu dengan pepohonan hijau. Jika cuaca cerah tanpa tertutup kabut, pejalan dapat melihat Gunung Merapi dan Sindoro dari bukit Puncak Gebang.

  • Tegallalang

Berbeda dengan persawahan Jatiluwih, Tegallalang lebih banyak didatangi wisatawan karena berada di Ubud dan cukup mudah untuk mengaksesnya. Dikelilingi pohon kelapa, sawah bertingkat di Tegallang tampak fotogenik, sehingga banyak pejalan yang mendatanginya untuk berburu foto-foto terbaik. Sudah tersedia tempat-tempat khusus untuk menyaksikan hamparan sawah yang hijau, sehingga Anda dapat mengabadikan momen dan pemandangan yang disajikan. Setelah menyusuri sawah, sebagian pengunjung memilih bersantai di kafe-kafe yang didirikan berlatar pemandangan asri ini.