Abu Dhabi Tak Seperti Dulu Lagi

January 6th, 2019 / / Comments Off on Abu Dhabi Tak Seperti Dulu Lagi
Posted in On the Road

Waktu berlalu dan mengubah Abu Dhabi dari padang pasir menjadi salah satu kota gemerlap di Uni Emirat Arab. Tidak lagi sekadar menjadi hub bagi yang akan bertolak ke Eropa maupun Asia Pasifik, namun kota ini pun telah siap menjadi sebuah destinasi tersendiri. Atas undangan Etihad Airways yang bekerja sama dengan Departemen Pariwisata dan Budaya Abu Dhabi, kami diajak ke berbagai atraksi di Abu Dhabi yang akan menarik perhatian warga Indonesia yang selalu mencari sesuatu yang baru untuk dikunjungi seperti temat-tempat berikut ini.

Louvre Abu Dhabi

Gedung berkubah yang terapung di atas kolam ini terlihat seperti bangunan futuristik di film-film sains fiksi. Karya arsitek Prancis Jean Nouvel ini mengadaptasi jaring laba-laba yang sengaja dibuat celah agar sinar matahari bisa menyeruak menerangi ruangan serupa oasis. Museum di Saadiyat Island yang dikembangkan sebagai distrik budaya dari ibu kota Uni Emirat Arab ini berdiri anggun sebagai museum seni dan peradaban manusia yang menyandang nama besar Louvre. Proyek ini terlahir dari misi ambisius pemerintah Uni Emirat Arab sekitar satu dekade lalu yang kemudian diwujudkan dengan melakukan kesepakatan dengan pemerintah Prancis senilai 525 juta dolar agar museum yang akan dibangun dapat menyandang nama Louvre hingga 2037. Sebagian koleksi Louvre Paris dipamerkan di Louvre Abu Dhabi, selain terdapat koleksi dari sejumlah museum lain di Paris, yang jika ditotal senilai 747 juta dolar untuk biaya peminjaman koleksinya saja. Artefak bersejarah dan benda-benda seni yang dipamerkan di sini begitu beragam dan berasal dari mancanegara, di mana hal ini selaras dengan misi Louvre Abu Dhabi yang ingin menjembatani seni barat dan timur, sehingga pengunjung dapat menikmati seni tanpa batasan.

Dari 12 galeri pamer yang tersedia, sejumlah koleksi seni yang tak boleh dilewatkan, antara lain patung Firaun Ramses II setinggi 2,5 meter yang dibuat sekitar 1279-1213 SM; lukisan Potrait of a Woman (La Belle Ferronniere) karya Leonardo da Vinci; peta dunia buatan abad 15 dari Irak yang menggambarkan peta perdagangan saat itu; lukisan wanita karya Pablo Picasso yang terinspirasi dari pergerakan di Afrika dan Iberia; dan selembar ayat Al Quran dari Medina sekitar 600-700, diperkirakan berasal dari Al Quran tertua yang pernah ditemukan. Sediakan sekitar dua hingga tiga jam untuk menjelajahi museum ini dengan memanfaatkan fasilitas audio (gratis) dalam pilihan bahasa Arab, Inggris, India, Jepang, Prancis, Jerman, Korea, Rusia, dan Mandarin. Pengunjung diberi kebebasan untuk memotret koleksi yang dipamerkan, tapi untuk beberapa area tidak diperkenankan menggunakan lampu kilat dan monopod. Louvre Abu Dhabi buka setiap hari (kecuali Senin) pukul 10:00 hingga 22:00 seharga 60 dirham per orang. (louvreabudhabi.ae/en)

Syeikh Zayed Mosque

Masjid terbesar di Abu Dhabi ini dapat menampung hingga 41.000. Berada agak jauh dari pusat kota, masjid ini dijadikan sebagai sambutan selamat datang dan lambaian selamat tinggal bagi yang berkunjung ke Abu Dhabi. Terinspirasi arsitektur Turki, Maroko, Pakistan, dan Mesir, nama masjid ini diambil dari nama presiden Uni Emirat Arab pertama yang dikagumi rakyat.

Mulai dibangun pada 1996, interior masjid ini dihiasi karpet cantik seluas 5.700 meter persegi yang dbuat manual delapan bulan hanya untuk merancang motif dan 12 bulan untuk menjahit. Sementara langit-langitnya dihiasi ukiran dan lukisan, serta tujuh lampu gantung Kristal buatan Jerman, di mana yang terbesar seberat 12 ton dan dilapisi emas 24 karat. Rihanna, Dua Lipa, Selena Gomez, Justin Bieber, hingga Gigi dan Bella Hadid pun pernah berkunjung ke masjid ini.

Wisatawan dapat mengunjungi masjid kapan saja, tapi untuk menghindari terik matahari, sebaiknya datang di pagi hari atau menjelang matahari terbenam. Masjid ini pun semakin menawan di malam hari, terutama bila sedang bulan purnama. Untuk mengetahui sejarah dan kisah-kisah seputar masjid ini, manfaatkan fasilitas audio (tersedia dalam 11 bahasa) yang dapat dipinjam dengan menyerahkan paspor sebagai jaminan. Buka setiap hari pukul 09:00-22:00 (Sabtu-Kamis) dan 16:30-22:00 (Jumat), masuk ke masjid tidak dikenai biaya. (szgmc.gov.ae/en)


Ferrari World

Ferrari yang begitu berjaya di ajang Formula 1 ini kini tak hanya dapat disaksikan ketika melaju di sirkuit, namun juga dapat dinikmati rancangan indahnya dari dekat di sini. Bangunan theme park ini pun façade-nya pun mengambil bentuk kurva mobil GT Ferrari. Taman rekreasi dalam ruangan terbesar di dunia di Yas Island ini juga dibangun dengan logam dan kaca untuk mengurangi silau matahari dan hawa gurun yang menyengat, dengan logo Ferrari berukuran 65 meter x 48,5 meter dan konon merupakan logo Ferrari terbesar yang pernah dibuat.

Banyak alasan orang ke sini untuk mencicipi Formula Rossa, roller coaster tercepat di dunia, di mana dalam waktu 4,9 detik bisa melaju dari kecepatan 0 ke 240 kilometer per jam, sehingga siapa pun akan merasakan lonjakan yang dahsyat di perut. Jika Formula Rossa dirasa terlalu menantang, Flying Aces yang terinspiras dari penerbang ace (sebutan untuk pilot tempur yang menembak jatuh lima pesawat) yang legendaris, Count Baracca asal Italia. Dengan kemiringan 51 derajat dan kecepatan yang mencapai 120 kilometer per jam, penumpang Flying Aces dibuat seolah terbang melalui putaran roller coaster tertinggi di dunia. Di bagian lain, anak-anak dapat memacu mobil di Junior Grand Prix atau mencicipi Tyre Change Experience (kemampuan mengganti ban mobil F1TM dalam waktu cepat, layaknya kru pit Ferrari). Ferrari World buka setiap hari pukul 11:00 hingga 20:00, dengan tiket 295 dirham (potongan harga 15 persen bagi pembelian via daring). (ferrariworldabudhabi.com)

Warner Bros World, Abu Dhabi

Satu lagi taman rekreasi dalam ruangan yang dirancang untuk melupakan sengatan hawa gurun di siang hari yang dapat mencapai 50 derajat Celcius, Warner Bros World, Abu Dhabi, dibuka Juli 2018 di Yas Island, pulau yang memang didedikasikan bagi sentra hiburan, belanja, dan kegiatan komersial. Dapat dikunjungi oleh semua umur, pengunjung akan dimanjakan enam zona tematik, yaitu Warner Bros Plaza yang menghadirkan suasana Hollywood; Bedrock yang menampilkan tokoh Flinstones; Dynamite Gluch yang mempertemukan karakter Marvin dan Yosemite Sam; Cartoon Junction yang menghibur lewat wahana dan karakter Tom dan Jerry, Bugs Bunny, serta Scooby Doo; Gotham City yang merekaulang suasana kota kelahiran Batman yang suram dan mencekam; dan Metropolis yang membuat pengunjung lebih dekat dengan Superman.

Terdapat 29 wahana dan sejumlah permainan, dengan yang paling difavoritkan pengunjung adalahl Flinstones Bedrock River Adventure (berlayar untuk menikmati pemandangan zaman batu bersama Fred dan Wilma), Scooby Doo: The Museum of Mysteries (memecahkan misteri dari atas kereta), Ridler Revolution (wahana menantang melewati trek curam naik  turun), Green Lantern: Galactic Odyssey (wahana 4D yang mengajak pengunjung ke galaksi dan bertarung bersama Hal Jordan); dan Justice League: Warworld Attacks (petualangan 5D bersama grup superhero Justice League melawan Mongul dan pasukannya). Di sela-sela bermain, pengunjung dapat menyaksikan pertunjukan dan berfoto bersama karakter-karakter favorit Warner Bros yang biasanya akan menampakkan diri di dekat pintu masuk wahana. Warner Bros World, Abu Dhabi, buka setiap hari, mulai pukul 10:00-20:00, dengan tiket seharga 295 dirham. (wbworldabudhabi.com/en)

Abu Dhabi Falcon Hospital

Ini bukanlah sembarang rumah sakit hewan. TripAdvisor bahkan merekomendasikan kunjungan ke sini sebagai hal yang sayang untuk dilewatkan bila berkunjung ke Abu Dhabi. Yang membuat rumah sakit ini menarik tentu saja karena falcon, burung mirip elang namun dari family berbeda, yaitu Falconidae. Burung ini bertubuh agak pendek namun kekar dengan sayap runcing dan lebar, paruh pendek membengkok, jari-jari kaki yang kuat dan panjang, serta cakar yang tajam. Habitat falcon bervariasi, mulai dari padang pasir, padang rumput, daratan pasang surut, tundra arktik, hingga hutan tropis. Falcon akan melalui tiga proses penting dalam hidupnya, yaitu perontokan bulu pada musim panas di kawasan pegunungan, berburu di musim dingin di area padang pasir, dan berkembang biak di musim semi di pegunungan.

Di awal kunjungan di Abu Dhabi Falcon Hospital, pengunjung akan diperkenalkan dengan kehebatan falcon sehingga membuatnya dijuluki burung tercepat di dunia karena dapat terbang dengan kecepatan hampir 400 kilometer per jam. Pemilik falcon dapat membawa burung ini ke keluar negeri karena tersedia paspor dan visa yang mengizinkan burung ini melancong bersama pemiliknya tanpa perlu dimasukkan kendang, asalkan matanya ditutup. Selanjutnya, pengunjung diajak ke ruang perawatan, tempat sejumlah falcon tak bergeming karena matanya ditutup. Pemandu pun menjelaskan jenis-jenis perawatan yang dilakukan di sini, seperti perawatan cakar dan jari-jari, mengganti bulu yang patah atau rusak, hingga tindakan operasi. Pengunjung diperkenankan memegang falcon dan berfoto, serta menyaksikan hewan ini diberi makan. Tur Abu Dhabi Falcon Hospital berlangsung pukul 10:00 dan 14:00 (Minggu-Kamis) selama dua jam seharga 170 dirham (dewasa) dan 60 dirham (anak), di mana reservasi mesti dilakukan minimal dua hari sebelumnya (untuk tur individu) dan seminggu sebelumnya (untuk tur grup). (falconhospital.com)