WWF Imbau Bank Turut Lindungi Situs Warisan Dunia

June 16th, 2017 / / Comments Off on WWF Imbau Bank Turut Lindungi Situs Warisan Dunia
Posted in Newsflash

WWF mengemukakan bahwa terlepas dari praktik-praktik baik yang sudah dijalankan oleh perbankan di tingkat global, saat ini belum ada bank yang menerapkan kebijakan yang cukup kuat untuk melindungi situs warisan dunia. Padahal, sebagai penyedia modal, bank memberikan pinjaman kepada perusahaan yang kegiatannya berpotensi menyebabkan kerusakan situs warisan dunia, kecuali jika mereka menerapkan kebijakan yang spesifik dan cukup kuat untuk melindungi situs itu. Rata-rata situs ini adalah rumah bagi beberapa spesies dunia paling terancam punah, seperti gajah, harimau, dan badak, dan mendukung keberlanjutan mata pencaharian bagi lebih dari 11 juta orang.

Perserikatan Bangsa-Bangsa juga telah berupaya memberikan perlindungan terhadap situs-situs warisan dunia tersebut, namun saat ini hampir separuhnya terancam oleh praktik industri, seperti eksplorasi minyak gas bumi dan pertambangan.

“Dari Pulau Galapagos hingga Great Barrier Reef, situs warisan dunia UNESCO adalah tempat yang paling luar biasa di bumi. Kita harus melakukan segala hal untuk melindungi situs-situs unik ini, namun terdapat fakta yang mengejutkan bahwa hampir setengah dari situs alami dan campuran saat ini mendapat ancaman dari kegiatan industri yang merugikan. Untuk mencegah hal ini, bank harus memastikan bahwa mereka tidak akan memberikan pinjaman kepada perusahaan yang dapat menyebabkan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki pada situs-situs tersebut,” ujar Ketua Kampanye Global WWF, Aslihan Tumer.

Di Indonesia, bank dapat menerapkan kebijakan transaksi pembiayaan yang bertanggung jawab terhadap kliennya yang  beroperasi di sekitar situs warisan dunia yang terdaftar di UNESCO, yaitu Taman Nasional Lorentz, Taman Nasional Ujung Kulon, Taman Nasional Komodo, Taman Nasional Gunung Leuser National Park, Taman Nasional Kerinci Seblat, dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Hal ini dilakukan guna memastikan bahwa kegiatan operasional yang dilakukan oleh klien bank tersebut tidak akan berdampak buruk terhadap keberadaan situs-situs ini.

Berdasarkan survei yang dilakukan WWF terhadap penduduk Inggris ditemukan bahwa 66 persen masyarakat berharap bank tidak mendanai segala aktivitas yang akan berdampak pada kerusakan situs warisan dunia. Melihat hal ini, tampaknya bank memang perlu menentukan sikap dan mengambil langkah bertanggung jawab untuk melindungi masa depan situs warisan dunia, entah dengan mengembangkan, memperbaiki, dan merumuskan kebijakan yang jelas, maupun memberikan perubahan investasi untuk melihat strategi ekonomi jangka panjang yang berkelanjutan.