World Flora Exposition di Taichung

July 27th, 2018 / / Comments Off on World Flora Exposition di Taichung
Posted in Newsflash

Taichung, yang merupakan kota terbesar kedua di Taiwan, bakal menjadi tuan rumah World Flora Exposition yang berlangsung selama enam bulan, yakni mulai November 2018 hingga April 2019. Bertajuk “The Sound of Blooming”, Pameran Flora Dunia ini – yang dilaksanakan setiap tahun dengan tuan rumah yang berganti-ganti sesuai dengan rekomendasi dari International Association of Horticultural Producers (AIPH) – akan diikuti oleh 25 negara, termasuk Indonesia, dengan 33 ruang pameran, baik yang berada di dalam maupun luar ruang.

Mengusung tema “Rediscover Green, Nature and People”, Walikota Taichung Lin Chia-lung ingin mendefinisikan ulang GNP (Produk Nasional Bruto) sebagai “Green Productivity”, “Nature Sustainability”, dan “People with Greenability” untuk menyoroti pentingnya hidup hamornis dengan alam. Lokasi pamerannya sendiri ada tiga tempat, yakni Waipu Park Area, Houli Horse Ranch & Forest Park Area, dan Fengyuan Huludun Park, yang masing-masing bakal menghadirkan acara yang berbeda, mulai dari memamerkan teknologi produksi makanan yang ramah lingkungan hingga cara memproduksi bahan makanan yang aman, organik, dan bebas racun.

Untuk mengikuti acara ini, pengunjung dapat membeli tiket All Pass seharga 2.500 dolar Taiwan – atau 2.000 dolar bila membelinya sebelum 15 Oktober 2018. Pemegang tiket ini dapat masuk ke semua area Pameran Flora selama acara berlangsung (173 hari). Selain membelinya langsung saat pameran, wisatawan bisa mendapatkan tiket ini melalui situs resmi penjualan tiketnya di tickets.2018floraexpo.com.

Kota Ternyaman

Meski nama Taipei lebih populer di kalangan pejalan, penduduk setempat justru menfavoritkan Taichung sebagai destinasi terbaik. Bahkan, sebuah survei yang dilakukan pemerintah setempat pada 2013 mengungkapkan bahwa mayoritas orang Taiwan menganggap Taichung sebagai kota yang paling layak huni di Taiwan.

Kota ini memang memiliki daya tariknya sendiri. Untuk kuliner, misalnya, pejalan dapat menjumpai banyak tempat makan dengan harga terjangkau di Taichung, mulai dari lapak kaki lima yang menawarkan ayam goreng khas Taiwan, pasar terbuka yang menjual banyak hal dari gurita bakar hingga buah segar, hingga kedai mi yang menghidangkan beberapa mi terenak di Taiwan. Taichung juga merupakan pusat budayanya Taiwan. Selain memiliki National Taiwan Museum of Fine Arts, salah satu museum terbesar di Asia yang menampilkan lukisan, pahatan, dan instalasi karya seniman Taiwan, kota ini juga menggelar festival jaz di ruang terbuka tiap Oktober yang dihadiri para musisi internasional.

Atraksi menarik lainnya adalah Rainbow Village di Distrik Nantun. Tadinya, desa ini merupakan salah satu dari pemukiman tua untuk mantan tentara di Taiwan yang banyak di antaranya telah dibongkar, dijual ke pengembang, dan diganti menjadi perumahan modern. Huang Yung-fu yang tinggal di Rainbow Village menolak pindah, bahkan setelah satu persatu tetangganya pergi dan hanya ada 11 rumah yang tersisa di sana. Bosan menjadi satu-satunya orang yang tersisa di desa tersebut, ia mulai melukis dinding rumah-rumah di sekitarnya dengan gambar hewan, orang, karakter komik, dan masih banyak lagi.

Suatu hari, para pelajar dari Ling Tung University yang berada dekat desa tersebut menemukan lukisan tersebut dan kemudian berkampanye untuk membantu menyelamatkannya. Setelah protes dari penduduk setempat, selain menyadari bahwa desa ini menjadi salah satu atraksi di Taichung, pemerintah setempat memutuskan untuk menunda pembongkaran kawasan tersebut.

Pasar malam merupakan pusat kehidupan malam Taichung, di mana pengunjung dapat mencicipi berbagai makanan setempatnya, mulai dari bubble tea, stinky tofu, hingga permen kapas raksasa berbentuk bebek. Ada juga beberapa permainan, seperti lempar anak panas, bola basket, atau bahkan mahyong, yang berhadiah boneka raksasa, serta sejumlah kios yang menjual aksesori, mainan, dan pakaian dengan harga yang bisa ditawar. Feng Chia Night Market merupakan salah satu pasar malam terpopulernya yang beroperasi tiap hari pukul 18:30 hingga 22:30. Opsi lainnya, wisatawan dapat menjajal berendam di mata air panas Guguan di pegunungan dekat Taichung yang di sekitarnya dikelilingi penginapan, mengamati burung dan menikmati matahari terbenam di Gaomei, atau mengagumi panorama kota dari ketinggian di Dakeng Scenic Area.