WNI Bebas Visa ke India

June 5th, 2018 / / Comments Off on WNI Bebas Visa ke India
Posted in Newsflash

Satu lagi kebijakan visa yang menguntungkan bagi warga Indonesia, yaitu kebijakan bebas visa 30 hari bagi turis Indonesia untuk berkunjung ke India. Keputusan ini resmi diberlakukan saat Perdana Menteri India, Narendra Modi menyampaikannya dalam pertemuan diaspora India di Jakarta pada 30 Mei 2018. “Kami akan memberikan bebas visa bagi warga Indonesia untuk perjalanan hingga 30 hari,” ungkap Modi. Ia juga mengundang masyarakat Indonesia untuk datang dan menyaksikan berbagai kebudayaan eksotis di negeri yang berada di kawasan Asia Selatan ini.

Tak sembarang Modi memberlakukan kebijakan ini karena pemerintah India sedang menggalang aksi untuk menghadirkan wajah baru India pada 2022 mendatang yang diberi nama New India. Ini adalah konsep baru yang menjadi hadiah bagi warga India dalam rangka ulang tahun India yang ke-75. India sudah terlihat berkembang, seperti kurang dari tiga tahun terakhir India memiliki ekosistem start-up terbesar kedua di dunia, dengan total 9.000 start-up yang terdaftar.

Delhi dan Pesonanya
Bagi yang merencanakan perjalanan ke India bisa memulai langkah dari New Delhi, si ibu kota yang tak kalah cantiknya jika dibandingkan dengan Jaipur, Varanasi, dan Agra. Delhi adalah salah satu kota tertua di dunia dengan usia yang diperkirakan mencapai lebih dari 5.000 tahun, sehingga hampir sama tuanya dengan Yerusalem dan Varanasi. Merupakan kota terpadat di dunia setelah Tokyo, di sinilah juga tempat tiga Situs Warisan Dunia yang dilindungi oleh UNESCO berada.

-Red Fort

Red Fort atau Lal Qila dibangun pada 1648 sebagai benteng kerajaan di Shahjahanabad, ibu kota baru dari kerajaan yang diperintah raja dari Dinasti Mughal kelima, Shah Jahan, yang juga membangun istana Taj Mahal untuk makam istrinya. Benteng setinggi 33 meter ini terbuat dari sandstone, sehingga menjadikannya tampil kemerahan dan terutama semakin gemilang bila bermandikan cahaya matahari sore. Awalnya Red Fort direncanakan sebagai bangunan religius Islam, namun kemudian dibatalkan dan sebagai gantinya, membuat setiap paviliunnya dengan merefleksikan campuran budaya Persia dan Hindu. Terdiri beberapa ruangan yang kini masuk dalam jajaran Situs Warisan Dunia UNESCO, menjelang malam, pengunjung dapat menikmati pertunjukan musik dan cahaya di sepanjang dinding benteng yang menceritakan berbagai peristiwa bersejarah yang pernah berlangsung di Red Fort.

-Humayun’s Tomb

Berlokasi di New Delhi, Situs Warisan Dunia UNESCO ini merupakan atraksi wisata utama ibu kota India ini. Mengadaptasi arsitektur Persia dengan menggunakan sandstone dan batu marmer, Humayun’s Tomb merupakan kompleks makam raja-raja dan bangsawan dinasti Mughal. Dibangun pada 1569 oleh Biga Begum, istri Hamayun, raja Mughal kedua, kompleks makam yang lebih mirip istana ini dikelilingi taman yang luas – dan dari bangunan inilah Shah Jahan terinspirasi untuk membangun Taj Mahal yang indah di Agra. Apabila Taj Mahal melambangkan cinta suami kepada istrinya, maka Humayun’s Tomb merupakan bangunan yang melambangkan cinta istri kepada suaminya. Selain mengagumi tempat yang dijuluki Taj Mahal Pertama ini, pengunjung juga diperbolehkan duduk-duduk di tamannya sambil berpiknik, asalkan tidak membuang sampah sembarangan atau mengotori taman.

-Qutb Minar

Setinggi 73 meter dengan dihiasi pahatan ayat-ayat suci Al Quran yang detail, Qutb Minar dinobatkan sebagai menara sandstone yang tertinggi di dunia dan telah masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO. Menara dari Quwwat-ul-Islam atau masjid pertama di India yang kini hanya tersisa reruntuhannya ini didirikan oleh Qutub-ud-Din Aibak pada 1193 sebagai tanda dominasi Islam setelah berhasil mengalahkan kerajaan Hindu terakhir di Delhi. Qutb Minar terdiri lima lantai, di mana setiap lantainya dilengkapi balkon. Lima lantai dan lima balkon ini melambangkan jumlah waktu salat dalam sehari dan Rukun Islam. Berlokasi di kompleks arkeologi di daerah Mehrauli, letaknya berdampingan dengan Mehrauli Archaeological Park yang memiliki sekitar 440 monumen yang dapat dieksplor, sehingga kunjungan ke dua tempat ini dapat dilakukan sekaligus.

-Segway Tour

Tur selama 45 menit dengan Segway ini biasanya dimulai pagi hari untuk menghindari kemacetan. Sebelum memulai perjalanan, operator akan memberikan waktu 10 menit bagi para peserta untuk menyeimbangkan maupun membiasakan diri berada di atas Segway, termasuk memberitahukan cara-cara mengendalikan laju kendaraan roda dua personal bertenaga listrik ini. Setiap peserta juga akan dibekali helm, pelindung siku dan lutut, selain satu botol minuman bervitamin C untuk melepas dahaga selama perjalanan. Tur ini akan melewati berbagai bangunan terkenal di Delhi, seperti Secretariat Building, Rashtrapati Bhavan, Parliament House, Amar Jawan Jyoti, dan berakhir di India Gate. Di setiap lokasi pemberhentian, para peserta memiliki sekitar lima menit untuk berfoto.

-Keliling Kota Naik Bus

HoHo Bus alias bus hop-on hop-off juga merupakan moda transportasi yang efisien untuk mengunjungi berbagai atraksi utama di Delhi. Bus khusus turis ini berangkat dari Coffee Home di Baba Kharak Singh Marg dan berhenti di 18 lokasi terkenal, seperti Red Fort, Hamayun’s Tomb, Qutb Minar, Lotus Temple, National Museum, Nehru Museum, dan masih banyak lagi. Dioperasikan oleh Delhi Tourism, setiap bus menyediakan staf yang dapat berbahasa Inggris. Penumpang dapat turun di mana saja dan naik bus berikutnya jika ingin melanjutkan perjalanan. Bus beroperasi setiap hari pukul 08:30 hingga pukul 18:45 dengan durasi kedatangan setiap 40 menit dan tiket yang dapat dipesan di hohodelhi.commulai 1.000 rupee per orang per hari.

-Belajar Memasak

Mengikuti kelas memasak adalah pilihan lain yang dapat dilakukan selama di Delhi. Dengan memasak, sepulangnya dari Delhi, tak perlu repot membawakan oleh-oleh, namun cukup mengundang mereka ke rumah untuk menghidangkan makanan khas India hasil olahan sendiri. Terdapat beberapa kelas memasak di Delhi, antara lain MasterChef Cooking Class(tidak ada hubungannya dengan program televisi MasterChef) yang menawarkan kelas memasak hidangan dari seluruh wilayah di India, baik yang vegetarian maupun non-vegetarian. Kelas memasak lainnya juga ditawarkan oleh Gourmet Desire, yang tidak hanya menawarkan kelas memasak hidangan khas India, tapi juga mengajak para pesertanya untuk berbelanja rempah-rempah di pasar rempah terbesar di Asia, Khari Baoli, serta mencicipi street food di Chandni Chowk dan mengenalkan kehidupan malam di Delhi yang unik.