Tradisi Tahun Baru di Jepang

January 2nd, 2018 / / Comments Off on Tradisi Tahun Baru di Jepang
Posted in Newsflash

Tahun Baru selalu menjadi momen yang dinanti banyak orang, tentu saja karena selebrasi pergantian tahun selalu menarik atensi. Tiap negara memiliki ritual tersendiri untuk menyambut tahun yang baru, termasuk Negara Sakura, Jepang yang memiliki beberapa ritual unik. Apa sajakah itu?

Berdoa Saat Matahari Terbit

Di Jepang, matahari terbit di hari pertama di tahun baru diyakini memiliki kekuatan magis, sehingga banyak warga melakukan doa saat mentari terbit. Tradisi ini dipercaya sudah dilangsungkan sejak zaman Meiji, yaitu sekitar 1868-1912. Biasanya orang-orang memilih berkumpul di puncak gunung atau di tepi pantai yang menawarkan pemandangan matahari terbit, sembari memanjatkan doa bagi kesehatan dan kesejahteraan keluarganya di tahun baru. Sebagian orang Jepang memilih untuk mendatangi kuil dan tempat ibadah untuk melakukan doa khusus di awal tahun. Untuk berdoa di kuil Shinto, ada prosesi tersendiri yang mesti dilakukan, yakni membungkuk dua kali, bertepuk tangan dua kali, lalu busur sekali. Lain hal dengan di kuil Buddha, di mana umat hanya meletakkan telapak tangan bersama sambil berdoa, tanpa bertepuk tangan. Kuil Meiji (kul Shinto) di Harajuku merupakan tempat populer yang kerap didatangi untuk berdoa di awal tahun, bahkan dari sehari sebelum tahun baru. Sedangkan Narita-san Shinsho-ji (kuil Buddha) yang berada dekat Bandar Udara Internasional Nairta kerap didatangi umat yang ingin mendoakan keberuntungan serta perlindungan dari kecelakaan dan kejahatan sepanjang tahun yang baru.

Festival Okera di Kuil Yasaka

Keriaan tahun baru di Kuil Yasaka di Kyoto dilakukan dengan menggelar Festival Okera, yang dimulai pada 31 Desember sekitar pukul 19:30 dan berlangsung hingga 1 Januari. Festival ini menggelar ritual pembakaran bilah kayu tipis yang biasa ditulisi keinginan umat. Umat akan menyalakan tali jerami dengan api yang berputar untuk menahan ujung tali bercahaya, dan sisanya akan dibawa pulang untuk dibakar di rumah. Umat pun mesti menyiapkan zoni, jenis sup yang biasa disajikan saat Tahun Baru yang berisi mochi dan bahan lainnya. Sebelum fajar menyingsing, umat dan pengunjung kuil dapat beranjak ke Menara Kyoto yang terletak dekat Stasiun Kyoto untuk menyambut matahari terbit pertama di tahun baru. Menara ini merupakan lokasi terbaik untuk mendapatkan pemandangan kota Kyoto yang indah.

Makan Soba dan Membunyikan Bel

Bagi bangsa Jepang, 31 Desember merupakan hari yang penting dan bukan hal yang lazim bagi mereka untuk tetap terjaga sepanjang malam saat momen ini berlangsung. Namun, ada satu tradisi yang terus terpelihara hingga sekarang, yakni menikmati mie soba, di mana tradisi ini sudah dilakukan sejak periode Edo dimulai, yaitu sekitar tahun 1603. Orang Jepang biasanya akan makan mie soba pada 31 Desember, baik untuk makan malam atau sebagai hidangan ringan, di mana mie ini pun memiliki filosofi tersendiri, yaitu setiap yang memakannya mengharapkan kehidupannya di tahun yang baru sepanjang mie yang pajang dan kurus. Tapi ingat, soba tidak boleh dinikmati selepas tengah malam karena dipercaya akan membawa nasib buruk. Menjelang tengah malam, suasana akan diramaikan dengan suara lonceng dari kuil, di mana lonceng akan dibunyikan sebanyak 108 kali di saat pergantian tahun berlangsung. Bel ini pun menjadi tanda agar keinginan manusia dipenuhi. Beberapa kuil memungkinkan orang biasa untuk membunyikan bel mereka.

Menarik Omikuji

Salah satu kebiasaan warga Jepang saat Tahun Baru adalah menarik omikuji, merupakan selembar kertas yang berisi kata-kata spiritual yang ditulis dewa, Buddha, biksu besar Buddah. Banyak yang menarik omikuji sebagai penanda untuk memerhatikan hal-hal tertentu sepanjang tahun yang baru. Secarik kertas tersebut berisi penjelasan terperinci mengenai prospek kesehatan, cinta, uang, dan aspek kehidupan lainnya. Tidak hanya tersedia dalam bahasa Jepang saja, beberapa kuil menyediakan omikuji dalam bahasa Inggris, Korea, dan Mandarin untuk memudahkan pengunjung asing yang ingin menarik omikuji dan melihat peruntunganya di tahun yang baru.