Semua Karena Asian Games

November 7th, 2018 / / Comments Off on Semua Karena Asian Games
Posted in Newsflash

Nama besar Hotel Indonesia bermula dari ajang Asian Games 1962 yang dilangsungkan di Jakarta, yang melahirkan ide untuk membangun hotel berstandar internasional untuk mengakomodir para kontingen dari 17 negara Asia. Diinagurasi Presiden RI, Soekarno pada 5 Agustus 1962, Hotel Indonesia menjadi salah satu simbol ikonik kota Jakarta yang berada di sentra kota, menghadap Patung Selamat Datang yang ikonik, yang diarsiteki Henk Ngantung dan Edhi Sunarso, yang menyimbolkan penyambutan bagi para atlet yang datang ke Jakarta. Tak hanya sebagai rumah sementara bagi para kontingen Asian Games, Sukarno dalam pidato inagurasinya juga menekankan bawah Hotel Indonesia terbuka bagi dunia pariwisata yang akan menampilkan wajah Indonesia yang bersahaja.

Dengan embel-embel skala internasional, tentu saja Sukarno tak ingin hotel dibangun seadanya saja, ia bahkan menugaskan arsitek asal Amerika Serikat, Abel Sorensen dan istrinya, Wendy untuk merancang hotel yang bergaya modern dan efisien, dengan penambahan aksen-aksesn tradisional, seperti desain khas Sumatera Barat. Desain yang autentik disempurnakan dengan kehadiran karya seni terbaik, terima kasih kepada selera seni Sukarno yang berkelas, yang menghadirkan sejumlah koleksi menarik untuk dipamerkan di hotel. Sebut saja patung Dewi Sri yang dibuat Trubus (pematung dan pelukis naturalis Indonesia), mosaik penari tradisional dalam ukuran besar yang dikaryakan G. Sidharta (pematung terkenal Indonesia yang menciptakan karya Tangisan Dewi Betari yang kini dipajang di Jepang), lukisan bertema flora dan fauna buatan Lee Mang Fong (pelukis asal Tiongkok yang hijrah ke Jakarta), dan ukiran batu kreasi Sela Binangun workshop asal Yogyakarta.

Fakta menarik mengenai Hotel Indonesia:

– Ramayana Wing di lantai 15 dan Ganesha Wing di lantai delapan merupakan bagian pertama yang dibangun.

-Di tahun-tahun awal berdiri, Sukarno pernah menggelar makan malam untuk menjamu Pangeran Norodom Sihanouk dari Kamboja yang mengunjungi Indonesia akhir 1962.

-Sukarno juga pernah menggelar makan malam di Hotel Indonesia untuk menjamu Presiden Filipina, Diosdado Macapagal.

-Sutradara ternama Indonesia, Teguh Karya pernah menjadi Manajer Panggung Hotel Indonesia yang kala itu menjadi pusat dari kegiatan seni yang kerap dipentaskan di hotel ini.

-Pada 1969, Hotel Indonesia menjadi tuan rumah penyelanggaraan kontes kecantikan Putri Indonesia yang dimenangkan oleh Irma Hadisurya.

-Di pertengahan 1970-an, Nirwana Supper Club menjadi salah satu area penting di Ramayana Wing yang dikenal sebagai tempat mewah dan eksklusif untuk makan malam dan pertunjukan seni bergengsi.

-Hotel Indonesia ditetapkan sebagai Situs Warisan Budaya berdasarkan Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 475, 29 Maret 1993.

Hotel Indonesia Masa Kini

Setelah mengalami renovasi dan perbaharuan pada 2004, kini hotel bersejarah ini bernama Hotel Indonesia Kempinski yang berada di bawah pengelolaan Kempinski Hotels SA, salah satu jaringan hotel mewah tertua di Eropa. Dengan portofolio yang unik, Kempinski sukses membuktikan kapasitasnya untuk mengubah simbol bersejarah menjadi hotel berstandar dunia. Kini, Ramayana Wing menampung 129 kamar tamu yang terdiri dari dua tipe kamar, yaitu Deluxe dan Grand Deluxe, sedangkan Ganesha Wing hadir dengan kamar premium untuk tamu bisnis yang menyediakan 160 kamar, yang terdiri dari satu Presidential Suite, empat Diplomatic Suites, enam Salon Suites, 90 Executive Grand Deluxe, dan 59 Deluxe Room, termasuk Executive Club Lounge di lantai tujuh.