Sailing Trip Bersama NEO rheumacyl

January 8th, 2020 / / Comments Off on Sailing Trip Bersama NEO rheumacyl
Posted in Newsflash

NEO rheumacyl bekerja sama dengan Get Lost menggelar NEO Adventure 2, kompetisi foto di Instagram berhadiahkan enam paket sailing trip-berlayar dua malam menggunakan kapal pinisi dari Labuan Bajo, menyusuri perairan Taman Nasional Komodo, dan mengitari pulau-pulau eksotis bersama Marshall Sastra dan Widika Darsih Sidmore.

Enam pemenang yang terpilih mesti melalui dua fase kompetisi yang dimulai 6 September hingga 8 November 2019, di mana fase pertama, kontestan harus mengunggah foto perjalanan mereka beserta tambahan hashtag #NEOAdventure2 #NEOrheumacyl dan #NEOrheumacylGetLost.

Sedangkan fase kedua, 1.000 finalis yang terpilih mengunggah kembali foto perjalanan sekreatif mungkin bersama NEO rheumacyl Hot Cream. Setelah melalui proses penjurian, terpilihlah Loretta Putri Ariati (@lorettariati), Hendra Gunawan (@hendravitara), Nurul Chasanah (@norel08), Muchammad Amin Rais (@raismuchammad), Farah Anastasia (@farahnastasia), dan Ahmad Faqih Imaduddin (@afaqihi_20) sebagai enam orang yang beruntung untuk menikmati sailing trip ke Labuan Bajo bersama NEO rheumacyl dan Get Lost pada 25-28 November 2019.

Selain mengunjungi sejumlah destinasi pilihan di Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo, perjalanan ini juga dimeriahkan aneka permainan seru yang semakin meninggalkan kesan mendalam. Berikut perjalanan seru mereka empat hari bertualang.

Hari 1

25 November 2019, peserta berkumpul di Bandara Soekarno Hatta untuk bertolak ke Labuan Bajo. Tiba di Labuan Bajo sekitar pukul 15:00, rombongan langsung menuju Bajo Hill untuk menikmati panorama perairan sekitar Labuan Bajo dari ketinggian yang diwarnai kapal besar-kecil yang lalu-lalang.

Puas berfoto dengan pemandangan ikonik khas Labuan Bajo tersebut, peserta beranjak ke kawasan dekat pelabuhan untuk bersantai sambil menyantap sate ikan dan pisang goreng di salah satu warung. Sambil menikmati suasana, peserta terlihat berusaha saling mengenal dengan mengobrol akrab.

Setelahnya, saatnya menuju Bukit Silvia yang diakui sebagai salah satu tempat terbaik di Labuan Bajo untuk menyaksikan pemandangan matahari terbenam yang terkenal sangat dramatis. Suara shutter kamera dan ponsel langsung terdengar riuh hingga matahari menghilang.

Setelah hari gelap, barulah peserta menuruni bukit dan menuju Hotel Jayakarta di Jalan Pantai Pede KM 5 untuk check in dan menutup hari pertama dengan makan malam di Kampung Ujung dekat pelabuhan, yang ramai dengan warung-warung yang menjajakan seafood segar.

Hari 2

Seusai sarapan, inilah saat yang ditunggu-tunggu peserta karena mereka akan diajak berlayar dengan kapal pinisi selama dua malam untuk menjelajahi perairan Taman Nasional Komodo. Kapal melaju menuju pemberhentian pertama, yaitu Pulau Kelor. Menjelang siang, hujan sempat turun di sekitar kapal tertambat. Sembari menanti hujan berhenti, peserta menikmati jamuan makan siang yang sudah disiapkan tim dapur kapal.

Walau mengakibatkan jadwal perjalanan mundur, namun tak mengurangi semangat peserta dan permainan pertama dapat digelar di perairan Manjarite. Untuk melakukan permainan ini, peserta dibagi menjadi dua tim yang masing-masing dipimpin Marshall dan Widika. Tim Marshall terdiri Faqih, Nurul, dan Farah, sedangkan Tim Widika terdiri Hendra, Rais, dan Loretta.

Kedua tim harus beradu cepat mengambil NEO rheumacyl Hot Cream yang menjadi solusi praktis bagi nyeri otot, nyeri sendi, dan pegal-pegal akibat aktivitas sehari-hari di bawah laut. Dibutuhkan keterampilan menyelam dan menahan napas di bawah air untuk dapat menyelesaikan tantangan ini, di mana ternyata permainan ini dimenangkan Tim Widika.

Sisa hari itu dilanjutkan dengan snorkeling di sekitar Manjarite, sebelum kapal bertolak ke Pulau Kalong untuk menikmati pemandangan matahari terbenam di atas kapal sambil menyaksikan ribuan kelelawar keluar dari sarang mereka untuk mencari makan.

Pemandangan dramatis ini segera didokumentasikan sebagian peserta, sementara sebagian lainnya hanya tertegun memandang fenomena alam tersebut. Setelahnya, aneka seafood terhidang untuk makan malam, sebelum peserta menuju kamar masing-masing untuk beristirahat. Selagi peserta tertidur, kapal melaju ke Pulau Padar.

Hari 3

Peserta bangun lebih awal untuk menyaksikan matahari terbit dari atas kapal sebelum menjelajah Pulau Padar setelah hari terang. Di pulau yang lokasinya dekat Pulau Rinca ini, peserta menghabiskan beberapa jam dengan berfoto dan melakoni permainan seru.

Permainan kali ini cukup menguras energi dan konsentrasi, di mana peserta harus mencari produk-produk NEO rheumacyl, yaitu NEO rheumacyl Cream, NEO rheumacyl Hot Cream, dan NEO rheumacyl Oralinu yang diletakkan di tempat-tempat tersembunyi di sekitaran puncak Pulau Padar. Sembari mendaki menuju puncak, tim mesti bekerja sama mencari produk-produk NEO rheumacyl.

Melalui trek yang terdiri dari pasir dengan batu dan kerikil, peserta adu cepat mengumpulkan produk NEO rheumacyl sebanyak mungkin dan yang berhasil tiba di puncak harus mengibarkan bendera. Kali ini, Tim Marshall yang keluar sebagai pemenang.

Seusai kompetisi, seluruh peserta bersantai sejenak di puncak bukit yang memamerkan panorama unik, sehingga menjadi spot foto wajib bagi yang berkunjung ke Taman Nasional Komodo. Momen beradu cepat ke puncak bukit tak dapat dipungkiri terasa melelahkan setelahnya. Untuk meredakan nyeri otot, nyeri sendi, dan pegal-pegal, peserta tampak mengoleskan NEO rheumacyl Hot Cream pada kaki, mengingat masih ada aktivitas seru lain yang akan dilakoni.

Sebelum matahari semakin tinggi, peserta kemudian kembali ke kapal untuk sarapan dan mandi, sambil kapal bergerak menuju Long Beach yang terkenal karena hamparan pasirnya berwarna pink. Ada lima pantai berpasir kemerahan di Kepulauan Komodo, yaitu Pink Beach Komodo yang paling terkenal dan Pink Beach Padar yang terdiri Short Beach dan Long Beach, selain Pantai Namo di Pulau Komodo, dan Pantai Serai di Pulau Rinca. Long Beach adalah lokasi yang dipilih untuk melanjutkan permainan berikutnya.

Ada dua permainan yang digelar di sini. Yang pertama, peserta menggunakan properti pipa yang dilubangi pada beberapa sisi, yang nantinya akan diisi air untuk mengambil NEO rheumacyl Cream Hot di dalam pipa. Kompetisi adu cepat ini dimenangkan Tim Marshall, sedangkan Tim Widika berhasil menjuarai permainan kedua berupa membuat garis sepanjang mungkin menggunakan benda apa pun yang dimiliki masing-masing tim.

Mereka dapat menggunakan pernak-pernik yang dikenakan, seperti aksesoris, tas, atau salah satu produk NEO rheumacyl, seperti NEO rheumacyl Hot Cream, NEO rheumacyl Cream Hot, dan NEO rheumacyl Oralinu. Seusai permainan seru di Long Beach yang kala itu sedang minim pengunjung, peserta pun menikmati hari dengan bersantai di tepi pantai dan snorkeling dari pantai.

Kembali ke kapal untuk makan siang, peserta kemudian diajak ke Loh Liang yang menjadi habitat asli komodo dan sejumlah satwa liar lain. Mengambil jalur pendek, peserta menyusuri kawasan ini dengan ditemani polisi hutan yang juga banyak menerangkan tentang hewan Komodo.

Sayangnya, saat rombongan menyusuri trek, tak nampak seekor Komodo pun. Hal ini diduga karena cuaca yang sedang terik sehingga mereka bersembunyi di tempat yang teduh. Namun di akhir perjalanan, terlihat tiga ekor komodo berkeliaran di dekat restoran. Padatnya jadwal kegiatan hari ketiga tentu menguras energi, apalagi masih tersisa satu kegiatan yang mesti dilakukan sore itu.

Sambil bersantai di kapal yang melaju ke destinasi selanjutnya, Kampung Lama Komodo, peserta meminum cairan herbal NEO rheumacyl Oralinu untuk meredakan nyeri sendi, pegal linu, nyeri akibat encok, dan sakit otot pinggang. Tiba di Kampung Lama Komodo yang berjarak sekitar 15 menit naik kapal dari Loh Liang, peserta bersama tim NEO rheumacyl dan Get Lost melakukan aksi sosial dengan memberikan donasi berupa alat tulis dan buku kepada warga setempat. Di malam terakhir, peserta bersantai di dek kapal sambil menikmati sajian makan malam yang lezat.

Hari 4

Sekitar pukul 06:00, keramaian sudah terasa di kapal. Terlalu pagi memang untuk memulai aktivitas, namun peserta begitu bersemangat ketika melihat penyu dan pari manta yang hilir mudik di perairan dekat Taka Makassar. Kapal memang akan merapat di Taka Makassar untuk pengumuman lomba yang telah dilakukan sepanjang perjalanan, di mana Tim Marshall keluar sebagai pemenang.

Tak ada kesedihan di wajah tim yang tidak menang karena semuanya senang dapat berada di salah satu destinasi terbaik di Indonesia. Mungkin yang disesali hanyalah waktu yang semakin mendekati untuk pulang, seiring dengan kapal yang kembali melaju ke Labuan Bajo. Di waktu yang tersisa, para peserta memanfaatkannya dengan snorkeling di sekitar Manta dan Turtle Point, selain mampir ke Siaba yang memiliki taman kerang di dasar laut.

Dari Siaba, barulah kapal melaju cepat selama 2,5 jam ke Labuan Bajo, sebelum kemudian para peserta diantar ke bandara untuk pulang ke kota masing-masing. Perjalanan ke destinasi yang menawarkan petualangan di alam bebas tentu membutuhkan stamina prima. Jika di tengah perjalanan mengalami nyeri dan pegal-pegal, sediakan selalu NEO rheumacyl ke manapun pergi.

NEO rheumacyl menawarkan sejumlah produk sesuai kebutuhan, seperti NEO rheumacyl Cream Hot yang panasnya bantu redakan pegal di kaki setelah trekking seharian; NEO rheumacyl Hot Cream yang cocok buat pijat di bagian badan yang capai seusai perjalanan jauh; dan NEO rheumacyl Oralinu, obat herbal alami dalam bentuk cair yang bermanfaat meredakan nyeri sendi, pegal linu, nyeri akibat encok, dan sakit pinggang.

Yang Tersisa dari #NEOAdventure2

Kesan selama sailing trip ke Labuan Bajo bersama NEO rheumacyl dan Get Lost?

Hendra: Senang sekali dapat bertemu dengan sesama pemenang #NeoAdventure2. Karena sebagian berasal dari kota yang berbeda-beda, maka tentu juga menambah teman baru. Selama perjalanan, tim NEO rheumacyl dan Get Lost sangat baik dan cekatan di lapangan.

Selama perjalanan, tempat yang paling berkesan?

Nurul: Semuanya suka namun tentu saat di Pulau Padar dan Long Beach yang tidak bisa saya lupakan. Padar tentu saja karena pemandangannya yang luar biasa, sedangkan di Long Beach karena saya baru pertama kali melihat pasir berwarna pink dan air laut yang sebening kaca.

Permainan apa yang paling seru?

Farah: Mencari produk NEO rheumacyl di Pulau Padar karena kami harus lari-lari ke puncak bukit untuk berebutan mengambil produk dengan tim lawan.

Sedangkan permainan yang paling menantang?

Rais: Mengambil produk NEO rheumacyl Hot Cream di bawah laut karena kita harus menyelam dan saya tidak bisa berenang.

Apa kesan-kesan kamu tentang Marshall dan Widika selama sailing trip? Loretta: Marshall orangnya asyik banget, humble, dan berjiwa petualangan. Kalau Widika orangnya baik dan jago menyelam.

Ada yang ingin disampaikan ke NEO rheumacyl dan Get Lost?

Faqih: Kompetisi-kompetisi seperti ini bagus, apalagi berhadiah jalan-jalan ke destinasi terbaik di Indonesia. Semoga NEO rheumacyl dan Get Lost sering-sering mengadakan kompetisi seperti ini.