Penganut Hindu di Bali Menentang Pembangunan Hotel Trump

February 1st, 2017 / / Comments Off on Penganut Hindu di Bali Menentang Pembangunan Hotel Trump
Posted in Newsflash

Di Bali, tinggi bangunan tidak boleh melebihi pohon kelapa, atau maksimal 15 meter (empat lantai). Menurut kepercayaan penganut Hindu di Bali, bangunan yang lebih tinggi dari itu dapat membuat marah para dewa.

Maka tak heran bila rencana untuk merenovasi hotel tua menjadi hotel bintang enam – lengkap dengan menara dan lapangan golf – di dekat Pura Tanah Lot memicu kecemasan penduduk setempat.

Dinamai Trump International Hotel and Tower Bali, pembangunan properti yang bakal menjadi resor terbesar di Bali tersebut akan dimulai pada awal 2018.

“Saya sangat menentang terhadap setiap pembangunan baru yang berdampak langsung pada pura,” kata  I Gusti Ngurah Sudiana, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali. “Orang Bali biasanya cenderung enggan menyerukan pendapatnya, namun hal-hal yang berkaitan dengan kesucian pura merupakan hal yang sangat sensitif. Kita hanya terkendala oleh penegakan hukum yang terlalu lemah.”

Proyek pembangunan ini dipastikan semakin merekatkan hubungan antara keluarga Trump dan pendiri MNC Group Hary Tanoesoedibjo, yang berada di daftar tamu pada pelantikan Trump di Washington, DC. Ketua Umum Partai Persatuan Indonesia itu disebut-sebut juga bersahabat dekat dengan anak-anak Trump. Trump Hotels akan mengelola resor tersebut, sementara MNC bakal mendanai proyek tersebut hingga satu miliar dolar AS.

Menolak Menjual Tanah
Penduduk sekitar properti tersebut telah mendengar kabar kalau resor tersebut bakal lebih luas dari desain awalnya dan bakal mencaplok lahan di sekitarnya untuk keperluan pembangunan.

MNC Land Vice President Budi Rustanto mengiyakan kalau area resor yang tadinya 106 hektar bakal menjadi 140 hektar, namun tidak mengatakan seberapa banyak lagi tanah yang harus dibeli untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Kadek Sudiasi yang telah menetap di sisi timur resor selama lebih dari 40 tahun mengatakan kalau tak bakal menjual sawah yang ia miliki kepada MNC, walau harga yang ditawarkan tinggi.

“Ini adalah cara orang kaya untuk melakukan apa pun yang mereka mau, dan menawarkan uang untuk memperlancar keinginan tersebut,” katanya. “Saya berencana membeli lebih banyak lahan untuk anak-anak saya alih-alih menjualnya. Anda dapat mencari uang lagi, namun lahan kini semakin terbatas, apalagi yang memiliki tanah subur.”

Nengah Santhi, yang juga merupakan petani setempat, turut menolak menjual tanahnya. “Ini tanah saya. Saya menanam padi saya di sini, dan kemudian anak-anak saya nanti juga akan tumbuh dan menanam padinya di sini.”

Sementara itu, kelompok masyarakat Hindu setempat juga mempertanyakan rencana pembangunan lapangan golf baru, yang diduga dirancang oleh perusahaan Phil Mickelson. Sisi timur dari lapangan tersebut bakal dirancang mengelilingi Pura Tanah Lot – padahal ada peraturan daerah yang melarang pembangunan di sekeliling pura.

“Lapangan golf merupakan ruangan terbuka, sehingga menurut peraturan pemerintah, hal ini masih diperbolehkan, kata Sudiana. “Namun fasilitas tersebut bertentangan dengan filosofi untuk mempertahankan kesucian candi.”

Meski banyak yang menentang, sejumlah warga yang lain pun merasa bahwa industri pariwisata sangatlah penting bagi Bali. Akomodasi dan F&B (food and beverages) merupakan komponen terbesar dari produk domestik bruto pada kuartal ketiga, sekitar 23 persen.