Paket Pernikahan Bawah Air di Alila Manggis

August 22nd, 2017 / / Comments Off on Paket Pernikahan Bawah Air di Alila Manggis
Posted in Newsflash

Bagi yang ingin merayakan pernikahan dengan cara unik, pada pertengahan Agustus 2017 lalu Alila Manggis telah merilis paket Underwater Wedding, di mana pasangan dapat saling bertukar sumpah di bawah laut timur Bali. Cocok bagi peselam maupun non-peselam, paket ini sudah termasuk wedding rehearsal di kolam renang, pengenalan teknik-teknik dasar penyelaman dan peralatan selam, pemimpin upacara pernikahan, dua orang dive buddy, serta jukung (kapal tradisional) yang sudah dihias untuk mengantar pengantin.

Usai upacara, pasangan pun dapat menikmati bonus menginap dua malam di Alila Manggis, selain pengalaman spa dan jamuan makan malam gratis. Seharga 7.000++ dolar AS, untuk reservasi paket bisa menghubungi (0363) 41011 maupun via email di manggis@alilahotels.com.

Untuk dokumentasi, jangan khawatir karena paket ini sudah termasuk prosesi pemotretan pra-pernikahan selama empat jam di kolam renang Alila Manggis maupun di lautan. Semua foto ini bakal diambil oleh para fotografer profesional bawah air dari Drewperspectives yang terkenal dengan hasil fotonya yang kreatif dan spektakuler secara visual.

Alila Manggis juga menawarkan gelaran upacara pernikahan unik lainnya, seperti di taman tropis maupun di tempat-tempat eksotis khas Bali, seperti di pelataran istana kuno. Setelah itu, pasangan dapat melanjutkan acara dengan mengadakan resepsi di tepi pantai yang dikelilingi hamparan pepohonan kelapa.

Pesona Bali Timur

Menghabiskan malam di Alila Manggis adalah salah satu opsi terbaik bagi yang ingin mengeksplor banyak titik menyelam di Bali Timur. Melanjutkan perjalanan ke Bali Utara (Lovina dan Pemuteran – dua jam perjalanan) serta Pulau Menjangan (2,5 jam perjalanan) pun tidak terlalu jauh dibandingkan bila memilih menginap di wilayah selatan pulau. Selain itu, resor ini juga menawarkan paket menyelam bagi para tamunya, sehingga tamu tak perlu repot lagi mesti mencari tempat penyewaan kapal atau peralatan selam.

Bali Timur juga merupakan tempat terbaik untuk menyaksikan kehidupan masyarakat Bali yang masih asli. Tak jauh dari Jalan Raya Candidasa, terdapat desa tradisional Tenganan yang merupakan rumah bagi para masyarakat Bali Aga. Telah mendiami Bali jauh sebelum Kerajaan Majapahit berkuasa, hingga hari ini masyarakat di desa itu masih melakukan ritual kuno. Di antaranya Festival Usaba Sambah yang ditandai dengan dua orang pria saling memukulkan daun pandan berduri hingga mengeluarkan darah. Desa Tenganan yang tetap kokoh berdiri seakan tak peduli dengan perubahan zaman. Tiga balai desanya yang berjajar di tengah desa tampak kusam dimakan usia. Penduduk Desa Tenganan banyak yang menjual hasil kerajinan tangan berupa lukisan di daun lontar, anyaman bambu, ukiran, dan yang paling terkenal adalah kain geringsing. Kain yang hanya diproduksi di sini ini memang asli buatan tangan, sehingga harganya pun mahal.