Lima Hal Seru di Arequipa, Peru

July 7th, 2017 / / Comments Off on Lima Hal Seru di Arequipa, Peru
Posted in Newsflash

Kota kolonial dan merupakan salah satu yang tercantik di Peru ini dilatari deretan pegunungan berpuncak salju. Berada di selatan Peru dan dapat ditempuh dalam satu jam naik pesawat dari ibu kota Lima, Arequipa dijuluki Kota Putih dan berada pada ketinggian 2.328 meter di atas permukaan laut. Dengan begitu, kota ini menyediakan tempat untuk menyesuaikan diri dengan ketinggian agar tubuh terhindar dari Acute Mountain Sickness (AMS), sebelum bertolak ke Cusco sebagai pintu gerbang ke Machu Picchu, atraksi wisata paling populer di Peru. Walau dikelilingi pegunungan, namun suhu di Arequipa nyaris hangat sepanjang tahun, sekalipun di musim dingin. Apa saja yang dapat dilakukan di kota ini? Simak terus artikel berikut.

  1. Kota yang Dilindungi UNESCO

Dijuluki Kota Putih karena pusat kota Arequipa dipenuhi bangunan berwarna putih bergaya barok dari andesit, jenis batuan vulkanik yang terbentuk dari lava yang mengeras. Merupakan salah satu kota di Peru yang masih kental peninggalan zaman kolonial Spanyol, banyak sudut kota ini yang memang mirip kota-kota di Spanyol. Pusat kota yang dikelilingi bangunan bersejarah yang memadukan arsitektur Eropa dan Mestizo (paduan Spanyol dengan suku setempat) pada tahun 2000 dinyatakan UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia. Mulailah berjalan dari Plaza de Armas (alun-alun utama) untuk mengagumi katedral bermenara kembar yang memadukan arsitektur kolonial dan Mestizo. Biara Santa Catalina yang terletak tak jauh dari Plaza de Armas mungkin merupakan atraksi wisata paling terkenal di Arequipa. Saking luasnya, bekas biara yang dibangun pada 1580 oleh seorang janda kaya raya ini kerap digambarkan sebagai “kota di dalam kota”. Cara terbaik mengelilingi kompleks biara ini adalah dengan menyewa jasa pemandu yang tersedia di pintu masuk ketika membeli tiket, dan dapat memilih bahasa yang diinginkan, yaitu Spanyol, Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Portugis, atau Jepang. Diperlukan setidaknya dua jam untuk berkeliling kompleks pemukiman biarawati yang terhubung dengan jalan sempit berbatu dan semak bunga yang indah ini. Bercat merah bata dan biru yang menawan, biara ini sengaja dibuka dua kali seminggu pada malam hari agar pengunjung dapat meresapi suasana ketika ratusan tahun lalu para biarawati berjalan-jalan di lorong kompleks ini dengan hanya diterangi cahaya lilin.

 

2. Bertemu Juanita

Museo Santuarios Andinos adalah museum menyimpan berbagai peninggalan peradaban sebelum Spanyol datang ke Peru, salah satunya adalah mumi seorang gadis berusia 12 tahun yang dibunuh sebagai korban untuk para dewa. Mumi ini ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang ahli arkeologi Jerman pada 1995 ketika sedang trekking di Gunung Ampato, tak jauh dari Arequipa. Mumi yang kemudian dinamai Juanita itu menggelinding ke tempat yang lebih rendah ketika gletser mencair, sehingga makam berusia ratusan tahun di puncak gunung yang tadinya terkubur salju pun terkuak. Juanita tidak dimumi, namun tubuhnya tetap utuh karena dibekukan oleh salju selama ratusan tahun.  Berkat Juanita lah maka dapat dipelajari ritual persembahan manusia semasa Kekaisaran Inca. Terlebih Juanita dimakamkan bersama barang-barang lain yang juga ikut membuka misteri tentang peradaban di masa itu. Untuk melindungi tubuh Juanita yang disimpan di dalam freezer transparan di ruangan gelap, fotografi tidak diperbolehkan dan pengunjung pun harus menitipkan tas terlebih dulu di pintu masuk agar tidak menyenggol benda-benda kuno yang dipamerkan.

3. Pasar San Camillo 

Salah satu cara paling menyenangkan untuk mempelajari kehidupan masyarakat setempat adalah dengan mengunjungi pasar tradisionalnya. Pasar San Camillo adalah pasar terbesar di Arequipa. Selain buah dan aneka sayuran segar – inila kesempatan untuk melihat sendiri betapa melimpahnya jenis kentang dan jagung di Peru! – terdapat juga sudut yang khusus menjual aneka tumbuhan herbal dan pernak-pernik untuk menyembah leluhur, di antaranya janin alpaca yang dikeringkan. Mayoritas penduduk Peru penganut Katolik, namun mereka masih mempraktikkan tradisi leluhur untuk menyembah Pachamama (Ibu Alam) dan percaya bahwa dari Pachamama lah sumber kehidupan berasal. Dalam berbagai acara penting, seperti sebelum membangun rumah atau memulai suatu kegiatan tertentu, masyarakat Peru menyediakan persembahan bagi Pachamama. Pasar San Camillo juga menawarkan pengalaman untuk mencicipi aneka masakan khas Peru yang autentik, seperti adobo (sup babi kuah tomat), antikucho (aneka sate, termasuk sate alpaca), atau sup babat yang mirip soto babat Indonesia, hanya saja kuahnya bening seperti sayur sop. Saat terbaik untuk mengunjungi pasar yang juga tak jauh dari Plaza de Armas ini adalah menjelang makan siang, agar dapat sekaligus mencicipi hidangan setempat  di sini.

4. Mirador de Yanahuara

Dari sini dapat dinikmati pemandangan kota Arequipa dari ketinggian yang dilatari dengan gunung-gunung berpuncak salju. Suasana di sini, terutama di alun-alun utamanya yang dikelilingi oleh pohon palem mengingatkan akan kota-kota di Andalusia yang juga banyak ditumbuhi pohon palem yang dibawa oleh bangsa Moor. Selain itu, Gereja San Juan Bautista dari abad 18 yang berarsitektur barok dengan detail menawan juga semakin menambah unik kawasan yang terkenal dengan es krim keju (queso helado) terbaik se-Arequipa ini. Namanya memang es krim keju, namun es krim ini tidak menggunakan keju sama sekali, melainkan hanya tiga jenis susu, yaitu susu segar, susu hasil evaporasi tanpa gula, dan susu kental manis.

5. Mundo Alpaca

Tempat ini merupakan toko suvenir berbagai kerajinan dari bulu alpaca,  yang juga memiliki museum semi terbuka yang menyajikan informasi tentang proses pengolahan bulu alpaca hingga menjadi wol yang lembut dan berkualitas, termasuk proses pewarnaan yang rumit menggunakan berbagai tumbuhan yang ditemukan di Pegunungan Andes. Beberapa wanita berpakaian tradisional juga tampak sedang memintal benang dan menenun kain di sini. Dilengkapi kafe dan galeri dengan beberapa llama dan alpaca yang sedang merumput di taman, masuk ke tempat yang berlokasi lima blok dari Biara Santa Catalina ini tidak dipungut biaya. Bahka bila tak berbelanja pun, pengunjung tetap dapat melihat-lihat museum.