Kota Tersehat di Asia Pasifik yang Layak Ditinggali

November 7th, 2018 / / Comments Off on Kota Tersehat di Asia Pasifik yang Layak Ditinggali
Posted in Newsflash

United Nations General Assembly menetapkan 31 Oktober sebagai Hari Kota Dunia, yang diinisiasi sebagai langkah promosi untuk menantang kota-kota di dunia memberikan kontribusi positif bagi kelangsungan hidup penduduk dunia. Selama satu dekade terakhir, kehidupan penduduk dunia yang kini mencapai 220 juta orang sesungguhnya cukup memprihatinkan, terlebih dengan bencana alam yang terjadi, ekonomi yang merosot, krisis politik dan keamanan negara yang tidak stabil, tentu saja memengaruhi kelangsungan hidup. Banyak kota dunia yang berjuang untuk memperoleh kehidupan yang layak, tapi ada sejumlah kota yang dinilai World Health Organization (WHO), TripAdvisor, dan CIA World Factbook yang terpilih sebagai kota-kota tersehat di kawasan Asia Pasifik, apa sajakah itu?

Wellington, Selandia Baru

Disebut juga Windy Wellington, ibu kota dari Selandia Baru ini merupakan kota yang menarik, yang menjadi sentra kehidupan di Pulau Utara, yang dilimpahi lanskap alam yang mengagumkan, mulai dari air terjun, pantai, pemandangan pelabuhan, serta rumah-rumah cantik yang berdiri di perbukitan. Pada 2015, pemerintah kota menginisiasi Wellington sebagai kota sehat dengan menanam pepohonan dan menyisipkan tema alam di desain-desain bangunannya, membuat kota ini terlihat asri. Saat ini Wellington tercatat sebagai kota dengan nilai terbaik dalam hal kualitas air dan udara, juga tertinggi dari segi penyediaan ruang hijau.

Singapura, Singapura

Negara mungil ini memiliki reputasi baik di jajaran negara dunia, tidak hanya sebagai gerbang masuk bagi pejalan yang ingin menjelajah Asia Tenggara dan Asia Selatan, juga selama puluhan tahun menjadi kota taman yang menyenangkan untuk ditinggali. Konsep kota taman sendiri pertama kali diperkenalkan Perdana Menteri Lee Kuan Yew, yang mentransformasi Singapura menjadi kota yang asri, hijau, dengan lingkungan yang bersahabat. Pada 2012, Singapura memberlakukan aturan ketat dengan melarang iklan komersial untuk makanan dan minuman tidak sehat bagi anak-anak, tentu saja ini memengaruhi penilaian CIA World Factbook yang menilai tingkat kehidupan warga Singapura dapat mencapai 85 tahun.

Tokushima, Jepang

Tokushima menawarkan kehidupan khas ala pertanian dan peternakan, di mana tingkat kehidupan warganya dapat mencapai 84 tahun. Berlokasi di Pulau Shikoku, kota ini strategis dengan Sungai Yoshino yang cantik, dikelilingi kawasan pegunungan dan laut yang membuat warganya mudah untuk bermain bersama alam, serta ragam flora dan fauna yang bisa diamati. Pada 2016, Prefektur Tokushima mengumumkan bahwa mereka mengadopsi aturan mengenai iklim untuk membebaskan prefektur dari ketergantungan karbon, hal ini dilakukan sebagai usaha untuk bebas karbon di kalangan masyarakatnya.

Adelaide, Australia

Kota artistik ini begitu menyenangkan dengan sajian pergelaran seni dan hiburan yang membuatnya nyaman untuk ditinggali, di samping lokasinya yang juga mudah untuk dengan kawasan pantai. Adelaide memiliki catatan baik, di mana penduduknya yang obesitas hanya 1,38 persen, didukung dengan kualitas air dan udara yang baik, yaitu 8,88 persen dari 10.