Inggris Siap Buka Kembali Restoran, Hotel, dan Tempat Wisata

June 24th, 2020 / / Comments Off on Inggris Siap Buka Kembali Restoran, Hotel, dan Tempat Wisata
Posted in Newsflash

Inggris melalui Perdana Menterinya, Boris Johnson, menyatakan bahwa pub, restoran, hotel, dan salon dapat dibuka kembali mulai 4 Juli. Keputusan ini diambil menyusul aturan karantina yang mulai dilonggarkan, namun masyarakat diharapkan tetap menjaga jarak aman.

Tiap kafe, restoran, dan pub diizinkan untuk melayani tamu di tempat dan mencatat kontak pelanggan. Selain layanan makan dan minum, industri perhotelan di Inggris yang ditutup sementara sejak 20 Maret juga sudah dinyatakan aman untuk dibuka kembali. Namun Johnson menegaskan bahwa perizinan ini dapat dicabut kembali jika ditemukan peningkatan jumlah kasus Covid-19.

Fasilitas seni dan budaya serta tempat rekreasi juga dapat dibuka kembali, termasuk pusat kebugaran, taman bermain, bioskop, museum, galeri, taman, arcade, perpustakaan, klub sosial, tempat ibadah, dan klub komunitas. Pembukaan ini dapat terlaksana jika pihak-pihak terkait dapat menjalankan protokol keselamatan sesuai instruksi instansi kesehatan regional dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Tempat-tempat publik yang masih dianggap berisiko tinggi masih dilarang untuk beroperasi kembali.

Johnson menjelaskan, “Ketika kita mulai membuka kembali kegiatan perekonomian, penting untuk tidak meningkatkan risiko penularan yang menjadi alasan tempat-tempat tertentu, seperti klub malam, area soft play, pusat kebugaran di dalam ruangan, kolam renang dalam ruangan, taman air, tempat bermain bowling, dan spa harus tetap ditutup untuk saat ini.” Johnson pun menambahkan, “Pemerintah terus bekerja dengan sektor-sektor ini untuk membentuk gugus tugas yang membantu mereka menjadi Covid Secure dan beroperasi kembali sesegera mungkin.”

Dengan pengumuman pub, restoran, hotel, dan objek wisata yang dapat dibuka kembali pada 4 Juli, tentunya hal ini menjadi dorongan positif bagi bisnis pariwisata dan perhotelan untuk berkembang kembali. KEdua sektor ini tercatat memiliki pendapatan paling minim sejak pandemi penyebaran virus corona melanda pada awal Maret.

“Mengurangi jarak sosial dari dua meter menjadi satu juga akan memastikan bahwa lebih banyak lagi bisnis akan dapat dibuka kembali secara aktif pada awal bulan depan.”