Hunian Airbnb Terfavorit di Australia dan Selandia Baru

September 7th, 2017 / / Comments Off on Hunian Airbnb Terfavorit di Australia dan Selandia Baru
Posted in Newsflash

Lebih dari tiga juta hunian yang tersedia di Airbnb memastikan para pejalan tak kekurangan pilihan akomodasi, mulai dari rumah pohon hingga kastil mewah sekalipun. Namun ada beberapa hunian yang tampaknya memberi kesan pada pengunjung situs Airbnb, terutama di Australia dan Selandia Baru, karena di kawasan itulah banyak terdapat properti yang didaftarkan ke fitur Wish List.

Ya, fitur Wish List ini memudahkan pengguna Airbnb untuk mencari dan menyimpan hunian yang ingin mereka tinggali saat liburan berikutnya, selain membagikan daftar tersebut ke pengguna lain. Saking banyaknya hunian di Australia dan Selandia Baru yang masuk ke dalam Wish List, Airbnb kemudian merilis 20 properti terfavorit di kawasan tersebut.

“Australia dan Selandia Baru adalah tujuan sempurna untuk pejalan lokal maupun internasional. Dua destinasi ini menawarkan berbagai atraksi menarik, mulai dari kota pesisir dengan pantainya yang cantik, hingga kota-kota modern dengan pengalaman kuliner dan hiburan terbaik. Meski pejalan menyukai properti di Australia dan Selandia Baru yang dekat dengan alam, seperti vila di tengah hutan maupun rumah pohon di tepi pantai, dari daftar yang kami rilis ini juga terlihat kalau mereka juga menggemari gaya hidup perkotaan, dengan apartemen bergaya New York yang mewah dan hunian dengan teras rooftop menjadi salah satu properti terfavoritnya,” kata Sam McDonagh, Country Manager Airbnb untuk Australia dan Selandia Baru.

Dari 20 properti tersebut, salah satunya yang terfavorit adalah rumah pohon di Blue Mountains yang terletak dekat situs populer, seperti Pulpit Rock. Bisa dicapai dengan berkendara sekitar dua jam dari Sydney, hunian yang menghadap Grose Valley dan menawarkan akses mudah ke Blue Gum Forest ini memiliki satu double bed, satu sofa, koleksi buku menarik untuk melewatkan waktu, dan dapur yang dilengkapi kompor, toaster, dan kulkas mini. Karena berada di dalam taman nasional, satwa liar – termasuk reptil dan kanguru – juga tampak berkeliaran di sekitarnya.

Pejalan juga memfavoritkan pondok kayu bergaya Bali yang terletak dekat Byron Bay dengan jendela kaca besar yang menghadap hutan hujan tropis. Dikelilingi oleh flora dan fauna endemik yang tinggal di sekitar properti tersebut, bermalam di sini juga berarti detoks digital, karena tak ada sinyal seluler (pemilik hunian menyediakan telepon kabel), sementara akses Wi-Fi hanya tersedia untuk akses email, chatting, maupun browsing. Televisi pun hanya untuk menyetel film – lagi-lagi karena tak ada sinyal televisi – sehingga tamu disarankan untuk membawa DVD sendiri.

Di Selandia Baru sendiri, ada house truck di Golden Bay yang menghadap laut dengan latar pegunungan. Walau tak disediakan televisi, sang pemilik hunian ini mengklaim bahwa tamunya bakal tetap terhibur dengan berbagai aktivitas, mulai dari trekking ke Wainui Falls, berenang di sekitar Wainui Bay, kitesurfing di perairannya, hingga sekadar menikmati panorama sunset dari pantainya.

Bagi pasangan, vila mungil di pegunungan ini juga bisa menjadi pilihan. Berada di tengah hamparan tanah seluas 3.000 meter persegi, properti privat ini menawarkan suasana yang tenang, namun tak terlalu jauh dari sejumlah atraksi menarik di sekitarnya, seperti pantai pasir hitam Karekare dengan perairan yang cocok untuk berselancar.

Untuk melihat daftar lengkap 20 properti terfavorit di Australia dan Selandia Baru, kunjungi situs berikut.