Hallyu di Korea MICE Expo 2018

June 20th, 2018 / / Comments Off on Hallyu di Korea MICE Expo 2018
Posted in Newsflash

Semakin serius menggarap pasar pejalan bisnis, Korea Selatan menggelar Korea MICE (Meeting, Incentive, Conference, Exhibition) Expo 2018 untuk ke-19 kalinya. Kembali digelar di Songdo Convensia, Incheon, yang berada di kawasan Incheon Free Economic Zone (IFEZ), pameran kali ini memang istimewa karena pertama kalinya mengusung tema dan tema perdana yang dipilih adalah Hallyu Meets MICE dan memilih grup band SHINee sebagai ambassador pameran MICE terbesar di Korea Selatan ini.

Hallyu Meets MICE dipilih karena pengalaman menikmati Hallyu di negara asalnya diharapkan dapat menjadi daya tarik pejalan bisnis internasional untuk menggelar berbagai acara MICE di Korea Selatan. Hallyu sendiri dalam bahasa Inggris disebut Korean Wave, istilah untuk merujuk pada tersebarnya budaya (pop) Korea melalui film, musik pop, bahasa, dan makanan secara global sejak 1990-an.

Mengemas Hallyu

“Memang langkah yang tepat mengemas MICE dengan Hallyu,” ujar Baeho Kim, Director of MICE Planning Team dari Korea Tourism Organization (KTO).

“K-pop dan drama Korea tidak dapat dipungkiri telah memberikan pengaruh besar dalam pemilihan destinasi untuk menggelar MICE. Contohnya, pada 2016 Aurance Group, perusahaan asal Tiongkok, menggelar pesta Chimaek (singkatan Chicken dan Maekju) alias menyantap ayam goreng sambil minum bir, sebuah kebiasaan yang dipopulerkan oleh serial drama Korea berjudul My Love from the Star. Incheon, kawasan bisnis baru di Korea Selatan yang masih terus dikembangkan dalam IFEZ juga ikut ditampilkan di serial tersebut. Sebagai usaha untuk menyisipkan tema Hallyu dalam berbagai kegiatan MICE, kami juga telah menawarkan program menonton konser K-pop atau jumpa bintang film Korea,” tambahnya.

Bekerja sama dengan berbagai usaha lokal yang dibina KTO, banyak pengalaman autentik yang akan diperoleh dengan menyelenggarakan MICE di Korea Selatan, seperti mengikuti kelas memasak aneka hidangan Korea, workshop membuat sheet mask dari makgeolli (rice wine khas Korea) karena produk-produk perawatan kecantikan asal negara ini memang telah mendunia, naik becak keliling kawasan bersejarah di Seoul, atau sekadar menyewa hanbok untuk berkunjung dan berfoto di kompleks istana.

Tak Lagi Harus Konvensional

Bila penyelenggaraan MICE identik dengan gedung konvensi atau ballroom hotel berkapasitas besar, Korea Selatan justru mulai menawarkan venue-venue unik. “KTO dan Kementerian Budaya Korea Selatan telah mengkurasi sejumlah venue yang memiliki karakter, seperti rumah-rumah tradisional yang bersejarah, museum, stadion, taman, pusat kebudayaan, bahkan kapal untuk pelayaran dan gua, di mana pemilik atau pengelolanya bersedia untuk menyewakan tempat-tempat tersebut untuk keperluan bisnis internasional,” jelas Baeho Kim.

Selain itu, predikat Korea Selatan sebagai negara paling inovatif selama lima tahun berturut-turut sejak 2014 menurut Bloomberg Innovative Index akan membuat industri MICE menikmati berbagai kemudahan, terutama dalam hal penggunaan peralatan canggih. Itu semua masih ditambah telah diaplikasikannya teknolobi 5G yang membuat koneksi Internet cepat di seluruh negeri.

Tak heran, itu semua telah menjadikan Korea Selatan sebagai salah satu negara yang kerap terpilih sebagai penyelenggaraan pertemuan internasional. Keseriusan negara ini menggarap industri MICE bukan hanya karena para pejalan bisnis yang rata-rata pengeluarannya lebih besar dibandingkan pejalan leisure sehingga memberikan kontribusi devisa yang signikan, namun yang terpenting, aktivitas MICE tentu saja membantu menciptakan lapangan pekerjaan baru.