Gelar MICE di Korea Selatan Tak Harus ke Seoul

November 1st, 2019 / / Comments Off on Gelar MICE di Korea Selatan Tak Harus ke Seoul
Posted in Newsflash

Dari tahun ke tahun, Korea Tourism Organization (KTO) semakin rajin memperkenalkan provinsi-provinsi di Korea yang memiliki paket penyelenggaraan MICE lengkap, sehingga para pebisnis yang sedang mempertimbangkan untuk menggelar acara di Korea Selatan, dapat memiliki opsi selain di ibu kota Seoul.

Pintu gerbang utama Korea Selatan adalah Bandara Internasional Incheon yang menerima lebih dari 90 maskapai internasional dari lebih 180 kota di seluruh dunia. Bandara ini dengan telah sangat efisien melayani penumpang yang datang dan pergi, di mana hal ini dibuktikan dengan penghargaan Airport Service Quality (ASQ) dari Airport Council International (ACI) selama 12 tahun berturut-turut.

Membebaskan visa bagi 150 negara, dari Bandara Internasional Incheon dapat menjangkau pusat kota Seoul maupun kota dan provinsi di sekitarnya dengan berbagai moda transportasi yang terintegrasi, seperti bus, kereta dalam kota, hingga bus limosin yang juga dapat menjangkau kota-kota besar lain di Korea Selatan.

Jika telah lama tergiur untuk menyelenggarakan MICE di Korea Selatan atau pernah menuai kesuksesan menyelenggarakan acara MICE di Seoul dan ingin menggelar acara serupa tapi di tempat selain Seoul, Korea Tourism Organization (KTO) merekomendasikan tempat berikut untuk segala keperluan Anda.

GYEONGGI, TAK JAUH DARI SEOUL

Namanya berarti kawasan yang mengelilingi Seoul karena memang tak jauh dari Seoul dan Incheon, Gyeonggi dianugerahi area pegunungan, pesisir, dan warisan budaya serta wisata sejarah yang menarik.

Pilihan tempat-tempat yang dapat dimanfaatkan untuk menggelar beragam acara MICE antara lain Suwon Convention Center (scc.or.kr) yang berjarak sekitar 30 kilometer dari Seoul, Suwon berkembang sebagai kota metropolitan dan seiring waktu, meraih reputasi sebagai pusat perusahaan elektronik Samsung Electronics. Pada Maret 2019 berdiri Suwon Convention Center, sebuah gedung pertemuan megah yang menawarkan keindahan alam di sekitar. Area ekshibisi ini berada di lahan seluas 8.000 meter persegi dengan 28 ruang pertemuan yang total dapat menampung hingga 3.000 tamu.

Untuk keperluan MICE, DMZ (Korean Demilitarized Zone) mungkin merupakan pilihan tak lazim. Walau begitu, tempat ini memiliki sarana yang dapat mendukung terselenggaranya berbagai acara seru, seperti piknik di area taman yang dapat menampung hingga 30.000 orang, mengikuti jalan santai yang diberi nama DMZ Peace Walking sejauh 1-12 kilometer yang diakhiri dengan memasang pita perdamaian di area tertentu. Bersepeda (dinamai DMZ Peace Cycling) selama satu atau dua jam pun akan berkesan, selain menikmati jamuan makan siang atau malam.

Dapat diakses dengan berkendara sekitar 30 menit dari Seoul, HYUNDAI Motor Studio Goyang (motorstudio.hyundai.com) merupakan museum mobil yang dapat dimanfaatkan sebagai wadah pertemuan MICE, terutama oleh grup insentif. Di sini, para pengunjung dapat mengetahui proses kreatif di industry otomotif, melihat sejumlah koleksi HYUNDAI, dan bahkan berkesempatan melakukan tes mengemudi salah satu mobil. Tidak membatasi kegiatan seputar kunjungan wisata saja, museum ini juga memiliki auditorium untuk pertemuan formal dan informal berkapasitas hingga 320 orang.

JEOLLANAM-DO TAWARKAN RELAKSASI DI ALAM

Provinsi Jeolla Selatan, tepatnya di Jeollanam-do, memiliki suguhan alam yang mengagumkan berupa deretan pegunungan, pesisir, dan kepulauan. Jauh dari hingar-bingar pariwisata, Jeollanam-do menawarkan ritme kota yang santai. Memang masih banyak hal yang perlu dilakukan untuk mengembangkan Jeolla Selatan, seperti penambahan infrastruktur yang mendukung. Walau begitu, fasilitas yang disediakan untuk dapat memfasilitasi kegiatan MICE tidak main-main karena di sini dikembangkan konsep MICE yang tercakup sebagai Creating Business Through Rest, Relaxation, and Recharging of Mind.

Gwangyang Baegunsan Recreational Forest (bwmt.gwangyang.go.kr) yang berlatar Gunung Baegunsan, misalnya, adalah tempat yang cocok untuk konsep tersebut. Kawasan rekreasi yang terdiri hutan alami maupun buatan ini setiap Februari dan Maret dipenuhi bunga camelia yang bermekaran dan pengunjung dapat mencicipi minuman unik hasil ekstraksi dari buah maple. Area rekreasi ini dapat dimanfaatkan untuk pertemuan berskala kecil hingga besar dengan pilihan akomodasi berupa perkemahan, kabin di tengah hutan, ruang seminar, dan arena olahraga.

Menawarkan lanskap alam untuk kegiatan bisnis maupun wisata, Boseong Jeamsan Recreational Forest (jeamsan.go.kr) di timur Gunung Jeamsan dapat dikunjungi sepanjang tahun. Dihiasi hamparan bunga azalea, perkebunan teh, dan bunga liar, kawasan yang juga ideal sebagai destinasi perjalanan insentif ini juga dilengkapi jalur untuk jalan kaki dan pendakian, perangkat olahraga, pemandian air mineral, dan observatorium. Akomodasi pun tersedia dalam beberapa pilihan, yaitu pondok kayu, kabin di tengah hutan, dan tempat untuk berkemah.

Sedangkan Mokpo merupakan kota di ujung barat daya Semenanjung Korea yang dapat diakses dari Seoul dengan naik kereta. Terkenal dengan wisata baharinya, wisatawan ke sini untuk melihat Pasar Grosir Ikan Mokpo dan perayaan Festival Budaya Bahari Mokpo di Pulau Samhakdo. Mokpo juga memiliki Mokpo International Football Centre (mifc.co.kr) yang secara spesifik memadukan bisnis dengan olahraga. Dibangun pada 2009, stadion dan tempat latihan bola ini memiliki enam lapangan sepak bola dan satu area bagi pesepak bola pemula untuk berlatih, selain area Half Dome, Futsal Ground, Beach Soccer, serta area serba guna yang dapat digunakan untuk beragam aktivitas berskala kecil hingga menengah.

Shim Cheong Hanok Village dibangun berdasarkan kisah Shim-Cheong, cerita rakyat Korea yang terkenal tentang seorang gadis miskin bernama Shim-Cheong, yang terpaksa menikahi raja dengan mahar 300 karung beras. Memasuki Shim Cheong Hanok Village, pengunjung disambut rumah-rumah tradisional Korea yang dihiasi tanaman rambat menutupi dinding batu. Terdapat 18 hanok, yang walaupun eksteriornya bergaya tradisional, namun interiornya ditata modern. Hanok-hanok ini dilengkapi peralatan memasak, dan kamar terbesar yang dapat menampung hingga 15 tamu. Aktivitas MICE juga dapat berlangsung di halamannya yang luas atau di ruang-ruang pertemuan yang dapat mengakomodasi pertemuan dalam skala cukup besar.

Gokseong merupakan salah satu wilayah di kawasan Honam terkenal berkat Desa Kereta dan Festival Mawah Gokseong-nya yang diadakan Mei hingga Juni. Gokseong Gangbit Village yang berlokasi di Pungsu Geim yang tenang menawarkan lanskap alam yang asri dan akomodasi unik untuk mendukung kegiatan MICE. Berupa pondok-pondok berlantai dua yang dapat disewa terpisah per lantai, namun para tamu tetap mendapatkan privasi. Area pondok juga dikelilingi taman dan area terbuka yang cukup luas, sehingga memungkinkan untuk menyelenggarakan aktivitas di luar ruangan.