Festival Tengah Tahun di Makau

June 6th, 2018 / / Comments Off on Festival Tengah Tahun di Makau
Posted in Newsflash

Masih banyak wisatawan Indonesia yang menganggap aktivitas wisata di Makau hanya seputar bermain judi di kasino, pada kenyataannya, negara yang berada di bawah otoritas Tiongkok ini memiliki varian atraksi wisata, mulai dari wisata sejarah melalui kawasan kota tuanya, menonton pertunjukan The House of Dancing Water yang spektakuler, hingga menguji adrenalin dengan mencoba bungee jumping tertinggi di dunia dari puncak Tower Makau. Yang terbaru, Makau ditunjuk sebagai bagian dari UNESCO Creative Cities Network (UCCN-Jaringan Kota Kreatif UNESCO) dalam bidang gastronomi. Dengan status ini Makau berpeluang sebagai destinasi gastronomi baru di kawasan Asia.

Makau juga menarik dikunjungi saat festival penting berlangsung, seperti Festival Bunga Teratai Makau yang biasa dilangsungkan setiap tahun pada musim panas. Secara rutin festival ini mengangkat satu spesies bunga teratai tertentu setiap tahunnya dan dapat diamati keindahannya di Museum Rumah Taipa dan Taman Lou Lim Ieoc yang terinspirasi dari Suzhou. Ada cerita di balik bunga teratai yang dibanggakan Makau, yaitu bunga merupakan persembahan dari Tiongkok kepada Makau sebagai tanda kembalinya kedaulatan Makau dari Portugal ke Tiongkok pada 1999. Tak hanya di tempat festival berlangsung, wisatawan bisa menikmati cantiknya kota dengan jajaran bunga teratai di taman-taman kota utama, di jalanan kota, dan tempat-tempat wisata. Tahun ini, Festival Bunga Teratai Makau memasuki usia ke-18 dan akan berlangsung dari 9 hingga 17 Juni 2018.

Berdekatan dengan Festival Bunga Teratai Macao, negara yang dikenal karena perpaduan kultur barat dan timur ini juga menggelar Lomba Perahu Naga Internasional Makau yang akan dilangsungkan selama tiga hari, dari 16 hingga 18 Juni 2018. Festival tahunan ini tentu diawali dari sebuah kisah masa lalu, yaitu seoran penyair Tiongkok Qu Yuan yang melakukan aksi menenggelamkan dirinya sendiri sebagai bentuk protes terhadap maraknya kasus korupsi saat itu. Sebagai bentuk penghormatan kepadanya, diadakanlah festival ini yang biasanya jatuh di tanggal ke-5, bulan ke-5 di penanggalan kalender Tiongkok. Danau Nam Van menjadi lokasi festival berlangsung, di mana peserta yang berpartisipasi tidak hanya penduduk lokal saja tapi juga melibatkan tim internasional.