Festival Teluk Jailolo, Terbaik di Indonesia Timur

May 4th, 2015 / / Comments Off on Festival Teluk Jailolo, Terbaik di Indonesia Timur
Posted in Newsflash

Memasuki tahun ketujuh, Festival Teluk Jailolo kembali akan digelar di Jailolo, Halmahera Barat pada 14 hingga 16 Mei 2015. Mengangkat tema “Saloi Sirimoi” yang artinya wadah yang menyatukan, festival ini selain untuk memperkenalkan keindahan alam, potensi bawah laut, ragam kuliner dan budaya, juga merupakan wadah edukasi melalui wisata bahari untuk masyarakat.

“Festival ini juga merupakan sarana edukasi. Itu sebabnya kami hadirkan para penyelam profesional di sini,” jelas Tafzir, Direktur Promosi Pariwisata Dalam Negeri Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Beragam Acara

Festival Teluk Jailolo kali ini akan menghadirkan acara yang sedang menjadi tren di masyarakat, yaitu pameran batu akik. Di sini, pengunjung bisa menikmati berbagai jenis batu akik, terutama yang berasal dari daerah setempat dan dikenal sebagai Batu Jahanam.

“Batu Jahanam ini punya khasiat yang sangat bagus bagi kesehatan. Ini menarik untuk dikenali,” tegas Apjan Sofyan, Sekretaris Daerah Halmahera Barat.

Para pecinta fotografi bawah laut juga bisa mengikuti Underwater & Above Water Photo Competition sekaligus menikmati biota laut yang tergolong langka di perairan Jailolo. Kontes ini akan digawangi oleh para juri profesional, seperti Chris Simanjuntak, Eddy Purnomo dan M. Noer Muis.

Memperkenalkan kekayaan kuliner, Festival Teluk Jailolo kembali bekerjasama dengan Maharasa Indonesia, komunitas pecinta dan pelestari masakan nusantara yang dipelopori Chef Ragil Imam Wibowo dan Adzan Tri Budiman. Bersama Maharasa Indonesia, Javara Indonesia dan Roas Mitra (pengusaha lokal yang bekerjasama dengan petani lokal) sebelumnya juga telah berhasil memperkenalkan masakan Halmahera Barat ke beberapa acara internasional, seperti Terra Madre Salone Del Gusto di Turin, Italia; Salon International De L’Alimentation (SIAL) Global Food Market di Paris, serta Summer Fancy Food New York.


Acara di Tengah Laut

Acara puncak dari festival ini adalah Sigofi Ngolo, upacara tradisi bersih laut yang dianggap sakral warga setempat. Dengan menggunakan iring-iringan kapal hias, Sultan Jailolo akan mengitari Pulau Babua sebanyak tiga kali sambil diiringi tabuhan musik tradisional dan doa. Ritual ini  selain untuk membersihkan niat buruk di laut, juga merupakan doa syukur pada para leluhur dan meminta izin agar festival berjalan lancar.

Memeriahkan acara, pengunjung akan dimeriahkan dengan Sasadu on the Sea, sebuah pertunjukan seni yang melibatkan tarian Halmahera dan musik yang dikemas dalam cerita tentang keindahan alam. Pentas ini digelar di sebuah panggung di atas laut yang di bagian atasnya dibangun Sasadu (rumaha adat Halmahera). Menampilkan kombinasi tarian adat dan kontemporer, koreografer Eko Supriyanto telah berhasil membawa Sasadu on the Sea dalam beberapa pentas dunia, seperti Eropa, Amerika Serikat dan Australia.

Festival Teluk Jailolo juga menawarkan berbagai pesona lainnya, seperti Burung Bidadari yang sudah termasuk dalam fauna langka di Halmahera Barat. Spesies cantik temuan Alfred Russel Wallace ini kemudian diberi nama Semioptra Wallacea. Burung dengan bentangan sayap yang indah ini hanya bisa dilihat pada pukul lima hingga tujuh pagi setiap harinya di lokasi-lokasi tertentu.

Tak hanya memamerkan keindahan alam dan potensi bawah laut, Festival Teluk Jailolo juga diramaikan dengan Pesta Permainan Anak Tradisional yang juga akan menampilkan lomba yang melibatkan anak-anak SD dan SMP di Halmahera.

Menurut Tafzir, Direktur Promosi Pariwisata Dalam Negeri Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, hingga saat ini Festival Teluk Jailolo masih yang terbaik untuk kawasan Indonesia Timur.

 

Untuk info lebih lengkap, kunjungi www.jailolofest.com atau follow twitter @jailolofest