Festival Layang-layang, Cara Tarik Wisatawan ke Sanur

July 20th, 2017 / / Comments Off on Festival Layang-layang, Cara Tarik Wisatawan ke Sanur
Posted in Newsflash

Sanur International Kite Festival akan kembali digelar pada  3-8 Agustus 2017 sebagai bagian dari Sanur Village Festival (SVF) yang mengombinasikan seni, budaya, filosofi, sejarah, dan daya imaginasi yang inovatif. Agenda-agenda SVF memang dirancang agar sesuai musim dan menyatu dengan alam maupun budaya setempat. Misalnya saja, festival layang-layang ini diselenggarakan bertepatan dengan jadwal angin muson, angin musiman yang periodik dan terjadi terutama di Samudera Hindia dan selatan Asia. Kemunculan angin muson biasanya ditandai curah hujan yang tinggi dan angin ini mirip angin laut, namun ukurannya lebih kuat dan  konstan, sehingga kondusif untuk menerbangkan layang-layang.

Festival layang-layag ini juga digelar di Sanur karena kawasan ini telah sejak lama memiliki tradisi membuat layang-layang dan warganya pun kerap menerbangkan layang-layang di Pantai Sanur. Seperti tahun-tahun sebelumnya, beragam jenis layang-layang, dari yang tradisional hingga yang kontemporer, akan dilombakan. Bedanya, kali ini tema yang digelar adalah Bhinneka Tunggal Ika. Tema ini dipilih karena sesuai dengan kondisi terkini yang sedang berlangsung di tengah masyarakat, di mana hanya dengan memegang teguh keragamanlah maka Indonesia yang sangat majemuk ini masyarakatnya dapat hidup tenteram dan warisan budayanya yang sangat melimpah dapat terus dilestarikan. 

Sanur International Kite Festival 2017  akan diikuti oleh 26 negara, sehingga menjadikannya sebagai ajang kaliber internasional. Selain menerbangkan layang-layang di pantai, akan digelar juga workshop, seminar, dan dialog di Sudakara Space yang berada di Sudamala Suites & Villas Sanur. Tak hanya itu, para pengunjung dapat menyaksikan pameran layang-layang tradisional asli Sanur, seperti jenis bebean, pucukan, dan janggan. Sebagai penghormatan terdapat budaya setempat, peserta dari dalam negeri tercatat akan menerbangkan layang-layang yang terinspirasi dari kisah-kisah dalam pewayangan, seperti Bima, Kresna, Hanoman, Gatotkaca, Dasamuka, dan para punakawan yang selalu kaya filosofi.

“Sanur International Kite Festival awalnya ingin membawa kembali kenangan masa kecil sekaligus melestarikan kebiasaan unik warga Sanur menerbangkan layang-layang,” jelas Kadek Armika, seorang pembuat layang-layang yang juga aktif terlibat dalam Sanur International Kite Festival. “Tema Bhinneka Tunggal Ika tahun ini juga sangat tepat karena walau bentuk layang-layang beraneka ragam dan banyak terinspirasi dari berbagai budaya, etnik, dan kepercayaan, namun bahasa yang dapat disampaikan dari sebuah layang-layang adalah universal,” sambungnya. 

“Layang-layang berpotensi menjadi industri kreatif yang dapat membawa dampak ekonomi bagi warga setempat, sekaligus menjadi ikon Sanur yang baru. Bila festival layang-layang ini dapat menarik animo wisatawan untuk berkunjung ke Sanur, maka masyarakat Sanur jugalah yang akan menikmati manfaatnya,” ujar Ketua Sanur Village Festival Ida Bagus Gde Sidharta Putra .