Balap Sepeda ke Puncak Ijen

April 23rd, 2015 / / Comments Off on Balap Sepeda ke Puncak Ijen
Posted in Newsflash

Menghadirkan kembali acara yang mendukung kunjungan wisatawan dunia ke Indonesia, balap sepeda International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) kembali dihadirkan. Acara yang telah sukses diselenggarakan sebanyak tiga kali sejak 2012 ini, akan digelar selama empat hari, pada 6 hingga 9 Mei 2015. Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Arief Yahya, juga sangat mendukung event besar berskala internasional ini

“Kegiatan wisata olahraga (sport tourism) seperti Tour de Ijen ini di samping bermakna bagi promosi destinasi pariwisata Banyuwangi khususnya, juga merupakan bagian dari sosialisasi branding Wonderful Indonesia dan Pesona Indonesia kepada masyarakat nasional dan internasional,” kata Arief Yahya.

Event balap sepeda yang sudah masuk agenda rutin (calendar of event) Persatuan Balap Sepeda Internasional (Union Cycliste Internationale/UCI) ini ditargetkan akan diikuti oleh pembalap dari 27 negara, antara lain Perancis, Kanada, Amerika Serikat, Jepang, Thailand, Iran, Spanyol, Malaysia, Filipina, Australia, Korea, Cina, Italia, Uzbekistan, dan Indonesia.

Para pembalap akan tergabung dalam 20 tim yang terdiri atas 14 tim luar negeri (termasuk Continental Team) dan enam tim dalam negeri. Tim Continental yang akan berkompetisi di ajang ini di antaranya adalah Tabriz Shadari Team (Iran), Matrix Powertag (Jepang), Singha Infinite Cycling Team (Thailand), NSC Cycling Team (Malaysia), Pegasus Continental Cycling (Indonesia), dan Team 7 Eleven Road Bike Philippines (Filipina).

Tim negara lain yang turut bertanding antara lain UAE National Team dan Indonesia National Team. Adapun tim Indonesia yang akan bertanding antara lain Pegasus Continental Cycling Team, Banyuwangi Road Cycling Club dan KFC Jakarta.

 

Bersepda Lintas Gunung Api

ITdBI tahun ini direncanakan menempuh empat etape dengan total panjang rute sejauh 555 kilometer. Rute ini ditempuh dengan mengelilingi wilayah Banyuwangi dan dipuncaki dengan berpacu mendaki Gunung Ijen – gunung volkanik aktif yang terkenal dengan penambangan sulfur dan fenomena api birunya.

“Melewati berbagai kawasan dan rute yang bervariasi, para pembalap juga akan merasakan keramahan warga dan keindahan alam yang ada di kabupaten paling timur di Pulau Jawa ini. Sesuai dengan konsep sport tourism ITdBI, olahraga harus berpadu dengan strategi pengembangan pariwisata,” ujar Chairman Banyuwangi Festival, Choirul Ustadi.

Diterangkan oleh Chairman ITdBI, Guntur Priambodo ajang balap sepeda tahun ini dipastikan akan lebih kompetitif. Nama-nama  pembalap sepeda yang sudah terkenal seperti Peter Pouly (pemenang ITdBI tahun 2014), Thomas Rabouw (Santic Racing Team), Andrea Palini (Skydive Dubai), Bambang Suryadi (BRCC) dan Aiman Cahyadi (Pegasus) telah menyatakan siap menaklukkan tanjakan Ijen yang mempunyai kemiringan 45 derajat.

“Dibanding 2014 lalu, tahun ini saya kira komposisi pemainnya lebih menarik. Para climber Iran tidak lagi mendominasi, karena Iran yang bertanding hanya 1 tim. Mereka akan bersaing ketat dengan para pembalap Eropa dan Asia lainnya yang juga sudah menyiapkan jagoan KOM-nya (King of Mountain-red),” ujar Guntur yang juga menjabat Ketua Umum  Ikatan Sepeda Seluruh Indonesia (ISSI) Jawa Timur.

Guntur juga meyakinkan bahwa para peserta tahun ini dapat dipastikan akan bertarung habis-habisan dikarenakan rute ITdBI tahun ini lebih pendek dibanding tahun kemarin, termasuk juga rute tanjakan Ijen yang dipangkas hanya 123,5 km. “Mereka pasti akan bertarung dengan speed tinggi serta full power. Beda dengan tahun kemarin yang mengandalkan ketahanan karena rute yang panjang, kali ini mereka pasti mengeluarkan strategi hajar-hajaran. Seninya ini yang berbeda,” kata Guntur.

Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Banyuwangi Wawan Yadmadi menjelaskan, event ITdBI ini akan memperebutkan hadiah Rp 700 juta dengan beberapa kategori. Klasemen umum individual (Yellow Jersey), Green Jersey (Best Sprint Classification), White Jersey (Best Indonesian Rider) dan Red Jersey untuk juara umum tanjakan (Best KOM).
UCI menilai bahwa event ini, dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Mulai dari pilihan rute, kualitas pembalap, hingga penyelenggaraan yang dinilai terorganisir dengan baik. Seiring dengan peningkatan kualitas, sejumlah perubahan pun akan dilakukan pada penyelenggaraan ITdBI tahun ini. Di antaranya adalah lebih memperkuat paduan antara aspek olahraga, gaya hidup (life style) berbasis budaya lokal, ekonomi, dan pariwisata.