ASANA Artseum Bali, Atraksi Wisata Swafoto Bergaya Tradisional

August 12th, 2019 / / Comments Off on ASANA Artseum Bali, Atraksi Wisata Swafoto Bergaya Tradisional
Posted in Newsflash

Museum, galeri seni, studio foto, itulah deskripsi yang ditujukan bagi ASANA Artseum Bali yang berlokasi di kawasan Garuda Wisnu Kencana Cultural Park, Bali. Atraksi wisata terbaru di Bali ini baru saja diresmikan pada 8 Agustus 2019 yang menawarkan aktivitas wisata kekinian yang bertalian dengan fotografi dan budaya tradisional Indonesia.

Diakui sebagai museum seni yang juga berperan sebagai studio foto pertama di Bali, ASANA Artseum Bali hadir untuk menjawab kebutuhan wisatawan yang sedang gemar-gemarnya mencari spot-spot foto nan artistik untuk keperluan konten di media sosial. Berbeda dengan atraksi wisata sejenis, ASANA Artseum Bali mengusung tema budaya Indonesia, yakni Jawa dan Bali yang cukup familiar di kalangan pelancong Indonesia maupun mancanegara. Dengan latar foto kaya akan budaya dan detail etnik, membuat ASANA Artseum Bali berbeda dengan tempat-tempat serupa yang biasanya menerapkan konsep seni kontemporer.

Konsep Unik

Sebagai spot untuk wisata swafoto, ASANA Artseum Bali menawarkan area foto beragam yang terdiri dari empat Main Studio (Angkul-angkul, Rooma Madura, Puri Saren Agung, Wayang Kulit), 11 Mini Studio (Paon, Ruang Tenun, Bale Nelayan, Balinese Couple, Ruang Seni, Ruang Ukir Bali, Ruang Kerja Jawa, Bilik Piring, Ruang Tamu Jawa, Tiang Lampu, Ruang Topeng), dan lima Art Installation (Gamelan, Teras Jawa, Jendela Bali, Ruang Lukis, Meja Rias).

Selain latar foto yang tematik dalam balutan budaya tradisional, keunikan lain ASANA Artseum Bali adalah Main Studio, Mini Studio dan Art Installation dibuat seautentik mungkin dengan detail-detail yang mengagumkan sehingga menambah nilai foto. Kesan autentik tersebut didukung dengan atribut busana tradisional Bali dan Jawa yang dapat dikenakan pengunjung saat berpose. Pengunjung berkesempatan mengenakan pakaian tradisional Jawa atau Bali yang biaya sewanya sudah termasuk harga tiket masuk. Tambahan menarik yang membantu prosesi memotret menjadi lebih berkualitas adalah kehadiran lampu LED yang biasa terdapat di studio foto yang tentu saja akan menghasilkan foto yang berkualitas pula, walaupun hanya menggunakan kamera ponsel.

Yang Mencuri Perhatian

Inilah sejumlah spot di ASANA Artseum Bali yang menarik perhatian.

Angkul-angkul

Dikenal juga dengan istilah Pamedal atau Kori, Angkul-angkul adalah pintu tradisional Bali yang berada di depan rumah yang berfungsi sebagai pintu masuk. Di balik pintu terdapat dinding tipis yang disebut Aling-aling, yang dipercaya dapat mencegah masuknya roh jahat ke rumah.

Tip: Atur posisi berdiri atau duduk agar memperlihatkan detail ukiran menarik Angkul-angkul. Ada staf yang siap mengarahkan gaya saat berpose.

Rooma Madura

Merupakan rumah tradisional Madura yang didesain lebih tinggi dari permukaan tanah untuk mencegah masuknya binatang liar ke dalam rumah, juga menghindari rembesan air saat musim penghujan berlangsung. Area teras dipermanis dengan warna-warna yang tidak mencolok ini biasa dijadikan sebagai tempat tamu menanti tuan rumah membuka pintu dan menyambutnya.

Tip: Ada banyak ruang dan pose yang bisa diperagakan saat berfoto di Rooma Madura, salah satu yang favorit adalah menumbuk padi.

Puri Saren Agung

Berkenaan dengan sejarah kerajaan-kerajaan Bali zaman dulu, Puri Saren Agung adalah kompleks bangunan yang menjadi kediaman para bangsawan dan orang-orang penting di kerajaan. Cantik dengan detail-detail ukiran dan desain khas Bali, Puri Saren Agung kini dapat dikunjungi orang awam karena tempat ini menjadi sentra seni dan budaya masyarakat lokal.

Tip: Ideal untuk foto bersama jika datang dalam skala grup.

Paon

Disebut juga Pawaregan yang berarti dapur, Mini Studio Paon menyajikan situasi dapur di rumah-rumah Bali yang masih menggunakan cara tradisional untuk memasak. Penuh dengan perabot dan perangkat tradisional yang biasa digunakan, Paon merupakan area penting bagi warga Hindu untuk dikunjungi seusai bepergian. Konon, umat Hindu akan mendatangi area dapur seusai bepergian karena dipercaya dapat meneteralisir aura negatif dari luar melalui simbol api yang dapat memurnikan manusia.

Tip: Suasana ala dapur dapat ditunjukkan dengan bergaya sedang memasak atau mengulek cabai.

Bilik Piring

Seni piring di tanah air mendapat inspirasi dan pengaruh dari Tiongkok, Eropa, dan negara lain, sehingga menghasilkan koleksi piring kuno yang kaya warna, desain, dan bentuk yang unik. Keramik-keramik kuno pada zaman dulu tinggi nilainya, yang zaman dulu dapat ditemui di kuil-kuil suci yang biasa digunakan untuk meletakkan perangkat seremoni.

Tip: Setiap sudut Bilik Piring artistik untuk dipotret, pastikan menjaga langkah dan jarak sehingga tidak menyenggol piring yang dipajang.

Untuk menikmati atraksi swafoto di ASANA Artseum BAli, pengunjung domestik dibebankan biaya masuk Rp 200.000-Rp 250.000, di mana tarif tersebut sudah termasuk biaya tiket masuk, biaya sewa baju tradisional, cetak foto, serta minuman tradisional (seperti jamu) yang dapat dinikmati di akhir kunjungan. Pengunjung dapat eksplor area museum selama dua jam dan bebas berfoto di mana saja menggunakan kamera ponsel.