Apresiasi Terhadap Kumbha Mela, Ritual Ziarah di India

October 18th, 2018 / / Comments Off on Apresiasi Terhadap Kumbha Mela, Ritual Ziarah di India
Posted in Newsflash

Kumbha Mela adalah sebuah ritual ziarah yang dilakukan umat Hindu di India setiap 12 tahun sekali, yang biasanya digelar di empat lokasi utama, yaitu Allahabad, Haridwar, Ujjain, dan Nashik. Ritual ziarah ini juga diadakan di Prayag, di mana umat yang hadir bisa mencapai 60 juta orang. Kesakralan, keunikan, dan mengusung kultur yang menjadi tradisi dari generasi ke generasi, membuat Kumbha Mela mendapat apresiasi dengan dimasukkan ke dalam Representative List of Intagible Cultural Heritage of Humanity oleh Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage, di bawah UNESCO

Gagasan untuk memasukkan Kumbha Mela karena tradisi ini mewakili nilai-nilai dari kemurahan hati dan kesabaran yang bermanfaat bagi masyarakat modern. Lebih lagi, Kumbha Mela merupakan salah satu wadah pemersatu bangsa, tanpa memandang perbedaan. Lebih lagi, penyelenggaraan Kumbha Mela memastikan festival berlangsung dengan konsep Guru-Shishya parampara (jalur guru dan murid) yang melibatkan penyampaian ilmu dan keterampilan yang berkaitan dengan Kumbha Mela dari orang-orang kudus kepada murid-muridnya.

Perayaan Mandi di Sungai Gangga

Festival ini berlangsung selama tiga hari di Sungai Gangga, di Desa Kumb, kota Allahad yang akan dihadiri para kalpwasis, sebutan untuk para peziarah. Acara utama diisi dengan ritual mandi di Sungai Gangga, prosesi orang suci yang berjalan tanpa busana sambil menggeram, menaburkan debu putih pada seluruh tubuhnya, kemudian mengantri di sejumlah jembatan yang terbentang di Sungai Gangga untuk menuju ghat yang paling populer atau ke titik tertentu untuk melakukan ritual mandi.

Sebelum melakukan proses pemandian, kalpwasis melakukan ritual persembahan kepada dewa sambil mengumandangkan nama Tuhan, kemudian disusul mandi di sungai, bahkan ada yang meminum air Sungai Gangga. Masyarakat Hindu percaya bahwa festival ini dirayakan karena sari keabadian yang dibawa para dewa dalam cawan jatuh ke empat lokasi utama perayaan.