5 Resor Pantai Terbaik di Dunia

February 14th, 2017 / / Comments Off on 5 Resor Pantai Terbaik di Dunia
Posted in Newsflash

Tak sulit memang mencintai lima resor tepi pantai berikut. Tak hanya karena lokasinya, namun suasana sekitarnya yang seketika membuat tamu enggan untuk beranjak dari resor dan ingin melupakan sejenak rutinitas.

Lain kali ingin wisata pantai, resor berikut barangkali bisa menjadi pilihan.

1. COMO Parrot Cay, Turks & Caicos

Terletak di pulau mungil seluas 400 hektar yang konon pernah disinggahi bajak laut Anne Bonny pada 1720-an, COMO Parrot Cay disebut-sebut sebagai resor paling eksklusif di dunia. Para selebriti terutama menyukai suasananya yang sangat tenang dan jauh dari keramaian. Sementara di dekat properti ini pun bisa ditemui rumah-rumah tepi pantai milik orang kaya dan ternama, termasuk Bruce Willis dan Keith Richards. COMO Parrot Cay sendiri memiliki COMO Shambhala Retreat yang menawarkan berbagai menu holistik, terapi penyembuhan yang terinspirasi dari Asia, serta kelas yoga dan pilates dengan instruktur berpengalaman. Staf resor pun dapat menyediakan kapal untuk mengeksplor Pulau Providenciales yang bisa dicapai sekitar 35 menit dari COMO Parrot Cay.

2. Cuixmala, Meksiko

Dengan hamparan luas pantai, hutan, dan perkebunan buah yang dua jam jauhnya dari Puerto Vallarta, Cuixma merupakan salah satu lokasi di Meksiko yang memiliki keanekaragaman hayati, namun bangunan yang terinspirasi istana berarsitektur Moor lah yang membuat hotel butik ini unik. Henry Alfred Kissinger, Ronald Reagan, dan Richard Nixon pernah berlibur di sini ketika Cuxmala masih menjadi rumah milik biliuner Inggris James Goldsmith. Kini setelah properti ini dikelola anaknya, Alix, sejumlah selebriti kelas A pun memilih suite mewah di sini untuk melewatkan liburan berkualitas.

3. The Datai Langkawi, Malaysia

The Datai Langkawi berlokasi di tepi hamparan pasir putih yang menghadap Laut Andaman, sementara latarnya berupa hutan hujan seluas 750 hektar. Sekawanan monyet yang bergelantungan di pohon, rangkong dan tupai yang terbang melalui cabang-cabangnya, dan biawak raksasa yang bersembunyi di antara pohon ara pencekik merupakan pemandangan yang biasa ditemui di sini. Namun ini bukanlah jungle camp, melainkan salah satu hotel terbaik di Malaysia. Kamar, suite, dan vilanya yang mewah memiliki kenyamanan resor bintang lima – daybed yang permukaannya sehalus sutra, iPod yang sudah diisi sejumlah aplikasi serta konten musik dan video, perlengkapan mandi eksklusif dari Plantation – serta pemandangan laut yang memukau. Ada pula fasilitas spa terbuka, pantai berkoral yang dilengkapi fasilitas olahraga air, staf ramah yang bakal menyapa tamunya dengan nama, serta dua kolam renang (satu untuk pasangan dan satu lagi untuk keluarga) yang dikelilingi hutan. Tak hanya itu saja, properti ini juga memiliki lima restoran dan lapangan golf sehingga tamunya pun betah di The Datai – meski kami merekomendasikan untuk mengikuti trekking yang disertai pemandu untuk mengeksplor kawasan di sekitarnya.

4. Eden Rock, St Barths

Merupakan hotel pertama yang beroperasi di Saint-Barthélemy, sebuah pulau yang termasuk dalam Kepulauan Leeward di kawasan Karibia, Eden Rock telah mengakomodasi para penyuka matahari selama lebih dari enam dekade. Selebriti kelas A seperti Greta Garbo dan Howard Hughes pernah menginap di hotel ini, dan hingga kini pun keeleganan Eden Rock tetap terjaga. Tiap kamarnya pun unik, dengan nuansa warna netral dan teras privat. Sementara bagi yang menginap di vila, tersedia akses menuju galeri seni privat di Villa Nina atau ruang rekaman di Rockstar Villa yang pernah digunakan John Lennon. Eden Rock sendiri terletak di pesisir pantai, sehingga memudahkan tamu untuk mengakses hamparan pasir putih dan taman laut di dekatnya. Bila ingin menghindar sejenak dari matahari, tersedia layanan spa yang bisa dinikmati di dalam kamar ataupun restoran On The Rocks yang menyajian menu fine dining.

5. Nihiwatu, Indonesia

Terletak 30 kilometer jauhnya dari Waikabukak, Kabupaten Sumba Barat, lokasi Pantai Nihiwatu memang terpencil, yaitu mesti menempuh penerbangan selama satu jam dari Denpasar, lalu berkendara selama 90 menit. Namun semua itu terbayar setibanya di pantai yang menawarkan perairan jernih, pasir putih bersih, dan panorama matahari terbenam yang menawan ini. Ombaknya pun cocok untuk berselancar, dan bahkan digemari para peselancar dunia, namun Nihiwatu Resort yang mengelola pantai tersebut membatasi maksimal 10 peselancar per hari yang boleh surfing di sini untuk menghindari kasus yang terjadi di kebanyakan pantai-pantai di Bali, yakni terlalu banyak orang sehingga tidak mungkin dapat berselancar dengan leluasa. Akses ke pantai pun hanya khusus tamu resor agar keindahannya tetap terjaga. Sebagai gantinya, tamu resor dapat mempelajari beberapa hal menarik tentang budaya Sumba, baik melalui dekorasi interior akomodasinya yang banyak mengadaptasi kultur Sumba, maupun saat berinteraksi langsung dengan staf Nihiwatu yang 90 persennya adalah warga setempat. Berbagai aktivitas pun ditawarkan, seperti menuju desa-desa terdekat dan melihat keseharian penduduknya, memancing, snorkeling atau stand-up paddle boarding, dan naik perahu ke Pantai Maloba.