Di Balik Kolam Teratai Monet

November 25th, 2018 / / Comments Off on Di Balik Kolam Teratai Monet
Posted in Editor's Picks

Karya Claude Monet, pelukis aliran impresionisme asal Prancis, yang paling terkenal adalah penggambaran sebuah kolam mungil yang dipenuhi bunga teratai (water lilies) aneka warna. Kadang di permukaan kolamnya pun terdapat bayangan awan atau semburat langit senja yang kemerahan, sehingga walaupun ia hanya menggambarkan objek yang itu-itu saja, namun setiap lukisan memberikan nuansa dan mood yang berbeda.

Sumber Inspirasi

Konon, Monet menghabiskan 30 tahun terakhir hidupnya untuk melukis kolam di rumahnya di Giverny, sebuah kota kecil sekitar 80 kilometer dari Paris, tempat Sungai Epte bertemu dengan Sungai Seine yang terkenal. Setelah melihat kecantikan Giverny dari jendela kereta yang ditumpanginya, Monet langsung jatuh cinta dan tak lama ia memboyong keluarganya untuk tinggal di sana. Baru pada tahun 1890 ia memiliki uang cukup untuk membeli rumah megah yang dikelilingi taman. Dibantu seorang tukang kebun, ia pun  membangun sebuah kolam yang dihiasi teratai dan sebuah jembatan melingkar khas taman gaya Jepang.

Setelah kolam jadi, Monet sering menghabiskan waktunya melukis bunga teratai yang mengapung di permukaannya dari berbagai sudut. Hebatnya ia juga masih melukis saat menderita katarak. Ia terus melukis objek bunga teratai kesukaannya hingga ia meninggal dunia di tahun 1926 dan meninggalkan sekitar 250 lukisan bertema bunga teratai.

Dari sejumlah lukisan bunga teratainya, yang paling terkenal adalah yang berjudul The Water Lilies – Green Reflections yang dibuat antara tahun 1920 hingga 1926. Menggabungkan beberapa lukisan hingga sepanjang 8,5 meter, rangkaian ini menggambarkan pergerakkan teratai secara perlahan sehingga menimbulkan efek riak di air yang berwarna hijau. Monet menghadiahkan lukisan ini kepada pemerintah Perancis ketika negaranya memenangkan Perang Dunia I.

Dibanjiri Pengunjung

Kini rumah peninggalan Claude Monet di Giverny telah diubah menjadi museum yang kerap didatangi turis dari seluruh dunia, terutama di musim panas ketika teratai di kolamnya sedang bermekaran. Kolam yang sering dilukis Monet pun telah direnovasi dan teratainya telah ditanam ulang. Pengunjung pun banyak yang mengikuti jejak Monet dan melukis di tepi kolam.

Ruang makan yang dicat kuning menyala serta dapurnya yang berwarna biru cerah adalah bagian dari rumahnya yang menjadi favorit para pengunjung. Dari  jendela di kamar tidur Monet, tampak kolam teratai yang menjadi sumber inspirasinya. Mungkin di sini pulalah ia terpikir untuk hanya melukiskan bunga teratai selama bertahun-tahun. Monet sendiri pernah berkata bahwa yang menjadi masterpiece bukanlah lukisannya, melainkan taman air yang ia bangun di dekat rumahnya.

Lukisan kolam teratai Monet disimpan di beberapa museum terkenal di seluruh dunia, di antaranya di Musée d’Orsay Musée de l’Orangerie, dan Musée Marmottan Monet, Perancis; Metropolitan Museum of Art, New York;  Chichu Art Museum, Jepang; Municipal Museum, Belanda; The Winterthur Museum of Art, Swiss; National Gallery, Inggris; dan Israel Museum, Israel. Salah satu lukisan bunga teratai Monet pernah terjual seharga 18,5 juta dolar AS di rumah lelang Sotheby’s London pada 2007. Setahun berselang, lukisan lainnya juga terjual dengan harga 43,8 juta dolar AS di rumah lelang Christie’s di New York yang penjualannya kemudian disumbangkan ke Sekolah Hackley di pinggiran Tarrytown, New York.