Kemewahan Alam Kamboja (Bagian 1)

November 19th, 2019 / / Comments Off on Kemewahan Alam Kamboja (Bagian 1)
Posted in Editor's Picks

Rangkaian perjalanan ini tak hanya menawarkan cara baru menikmati Angkor Wat, namun juga pengalaman seru di Kamboja dengan menikmati glamping di beberapa taman nasional yang mungkin merupakan salah satu tempat paling terpencil di dunia.

Hutan-hutan di Kamboja banyak menghadapi ancaman dari penebang dan pemburu liar. Untuk memerangi hal tersebut, satu-satunya jalan adalah memberdayakan hutan – agar tidak dirusak – dengan mengubahnya menjadi atraksi wisata ramah lingkungan.Perjalanan 13 hari yang ditawarkan Inside Asia Tours dibuat cukup komprehensif. Berawal dari Siem Reap, para tamu tetap akan diajak ke Angkor Wat, namun dari perspektif yang berbeda. Tidak diajak menginap di kota, namun langsung di akomodasi di tengah hutan yang dikelilingi kuil-kuil Angkor terlupakan karena memang letaknya tersembunyi dan jauh dari kuil utama.

Belum Banyak yang Tahu

Inside Asia Tours juga ingin menunjukkan kepada para tamu bahwa Kamboja ternyata telah sangat baik mengelola taman-taman nasionalnya sehingga sambil menjalankan fungsi konservasinya, taman-taman nasional pun membuka diri mereka untuk menjadi tujuan wisata ekslusif.

Memang belum banyak yang tahu keberadaan Taman Nasional Southern Cardamom dan Taman Nasional Botum Sakor. Taman Nasional Southern Cardamon merupakan salah satu taman nasional terbaru di Kamboja yang disahkan pada 2016 untuk melindungi spesies gajah Asia yang terancam punah. Gajah-gajah yang tersingkir dari habitatnya diarahkan untuk dapat menghuni hutan lebat di selatan Pegunungan Cardamom yang kini menjadi satu-satunya hutan di Kamboja yang masih merupakan hutan hujan primer.

Area konservasi seluas 1.014.100 ekar ini sangatlah unik karena terhubung dengan enam taman nasional lain di kawasan ini, sehingga bila digabung, wilayah konservasi yang didekasikan untuk melindungi beragam satwa langka di Kamboja total luasnya 4.491.115 ekar. Taman Nasional Southern Cardamoms memiliki setidaknya 28 spesies hewan yang terancam langka (masuk dalam daftar merah IUCN), selain lebih dari 2,000 spesies flora.

Sedangkan Botum Sakor yang seluas 1.712,5 kilometer persegi adalah taman nasional terbesar di Kamboja dan letaknya di barat daya Taman Nasional Southern Cardamom. Bila Southern Cardamom diutamakan untuk melindungi gajah Asia, Botum Sakor untuk melindungi sejenis owa jawa yang terancam punah. Saking luas dan terpencilnya medan taman nasional ini, baru sedikit penelitian yang mengkaji keragaman biota di sana. Namun dari penelitian yang pernah dilakukan, Botum Sakor menyimpan keragaman flora dan fauna yang menakjubkan sehingga pada 1993 statusnya ditetapkan oleh pemerintah Kamboja sebagai taman nasional.

Bagi yang ingin bertualang dengan fasilitas bintang lima di tempat yang baru diketahui oleh segelintir orang, berikut gambaran perjalanan dari hari ke hari dari paket selama 13 hari seharga 9.000 dolar AS per orang ini. Konsepnya mirip dengan bersafari dan menginap si akomodasi berkonsep tenda mewah di Taman Nasional Serengeti, namun bedanya Southern Cardamom dan Botum Sakor adalah hutan hujan tropis.

Hari 1 – 3

Wajah Lain Angkor Wat

Tiba di Siem Reap, namun para tamu sengaja tidak dibawa ke kota atau mengunjungi kompleks utama Angkor Wat seperti turis-turis lain yang berkunjung ke Siem Reap. Melainkan, dari bandara mereka akan langsung dibawa ke akomodasi berkonsep tenda mewah di tengah hutan yang dikelilingi dengan kuil-kuil Angkor yang terlupakan dan jarang dikunjungi turis karena letaknya tersembunyi dan jauh dari komplek kuil utama.

Akomodasi yang dipilih itu adalah The Beige Luxury Tent Resort (the-beige.com). Perjalanan ke sana pun seru, karena para tamu setelah naik mobil masih harus naik kapal di Danau Tonle Sap yang dikelilingi rawa. Namun sesampainya di hotel, hidangan fine dining dengan menu Khmer akan terhidang di tengah sawah. Sesudahnya, di sore hari, ketika turis-turis satu per satu meninggalkan Angkor Wat, para tamu The Beige justru baru datang sehingga dapat lebih leluasa menikmati kuil utama Angkor Wat.

Berada di lahan seluas 10 hektar, The Beige hanya menawarkan sepuluh tenda luas dengan para staf yang siap memanjakan tamu. Karena masih berada di lingkungan Angkor, menginap di The Beige semakin istimewa karena dapat menikmati kuil-kuil Angkor yang tidak terkenal sepuasnya tanpa harus berbagi dengan turis lain. Tenda-tendanya sendiri terbuat dari bahan organik, tanpa vinyl atau plastik. Bahannya pun mengingatkan akan layar kapal yang tahan angin, ringan, namun tahan lama.

Di pagi hari kedua, para tamu diajak kembali ke Angkor Wat dengan seorang pemandu yang memang ahli dalam sejarah Kerajaan Angkor. Karena kuil utama telah dikunjungi di hari sebelumnya, selain Ta Prohm, Ta Keo, dan Angkor Thom yang terkenal, fokus kunjungan di hari ini adalah ke kuil-kuil mungil yang tersembunyi dan tak terlalu ramai dikunjungi turis. Para tamu akan mengakhiri kunjungan ke Angkor Wat dengan bersantai di gondola yang melaju perlahan di parit yang mengelilingi Angkor Wat sambil menyeruput segelas gin and tonic dingin.

Barulah di hari ketiga, para tamu diajak menikmati wajah Siem Reap yang lain selain Angkor Wat. Dengan berkendara selama 45 menit di jalan sempit yang belum diaspal, para tamu akan tiba di Pelabuhan Meachrey yang berada di sebuah desa nelayan di ujung Tonle Sap, salah satu danau terbesar di Asia. Sebuah kapal yang biasa digunakan para penjaga hutan yang patroli atau menangkap para pemburu liar telah menunggu. Kapal ini telah dimodifikasi sehingga dapat melaju bahkan di perairan dangkal dengan laju cepat. Perjalanan naik kapal melalui sejumlah desa dan hutan terapung itu membawa para tamu ke Desa Preak Toal yang merupakan desa terapung terbesar di Tonle Sap dan gerbang bagi yang ingin menikmati pengalaman birdwatching terbaik di kawasan ini. Perjalanan naik kapal akan berakhir di sebuah spot piknik di tepi danau.

Setelah makan siang, petualangan berlanjut dengan menyusuri kawasan pedesaan di Kamboja dengan berjalan kaki melintasi sawah. Para tamu juga dapat mencicipi naik bajak yang ditarik kerbau. Di akhir hari, mereka akan diajak ke sebuah vila kayu di tengah sawah untuk mencicipi beragam hidangan fine dining Khmer ditemani temaram lilin.