8 Pengalaman Seru di Taiwan

September 6th, 2018 / / Comments Off on 8 Pengalaman Seru di Taiwan
Posted in Editor's Picks

Perjalanan kini tak hanya soal tempat, namun justru lebih demi mencari pengalaman unik untuk sebuah kenangan berkesan. Taiwan memang dikenal sebagai destinasi untuk berwisata kuliner, namun berikut kami pilihkan delapan kegiatan unik, yang beberapa di antaranya juga berhubungan dengan kuliner, agar dapat membawa pulang kisah menarik tentang Taiwan.

Membuat Kue Nanas

Dari sekian banyak penganan khas Taiwan, kue nanas menempati urutan nomer satu untuk oleh-oleh yang wajib dibeli. Walau sekilas mirip nastar, namun kue nanas tradisional Taiwan ini ukurannya lebih besar, rasanya tidak semanis nastar, serta tidak menggunakan olesan mentega atau kuning telur di sekujur permukaanya. Biasanya, di toko yang khusus menjual kue nanas, pengunjung tak hanya dapat membeli penganan untuk oleh-oleh, namun juga dapat mencoba membuatnya. Bentuk kuenya pun dapat disesuaikan selera, tak hanya kotak, namun bisa juga berwujud hati, bintang, bunga, dan berbagai rupa lainnya. Setelah kue matang, pengunjung dapat membawa pulang hasilnya, dan tentunya bangga dapat menyantap kue buatan sendiri. (vigorkobo.com)

Menikmati Seafood

Addiction Aquatic Development atau dikenal sebagai Taipei Fish Market, merupakan tempat yang harus dikunjungi bagi penyuka hidangan seafood. Bertempat di bangunan bergaya industrial, pasar ini terbagi 10 zona yang akan membuat para pengunjung dimanjakan dengan aneka pilihan seafood segar, memesan sushi dan sashimi di sushi bar, atau mencicipi hot pot ala Taiwan. Pengunjung juga dapat menikmati langsung beragam seafood yang dibeli di pasar karena di sini terdapat bar dan restoran (yang direkomendasikan adalah Trésors de la Mer) yang siap memasakkan sesuai selera.

Mengintip Bola Peredam Gempa

Bagi yang baru pertama kali ke Taiwan, biasanya tak akan melewatkan kunjungan ke Taipei 101, pencakar langit tertinggi di dunia yang rekornya kemudian diambil alih oleh Burj Khalifa pada 2010. Didirikan pada 1999 dan selesai lima tahun kemudian, gedung ini tak hanya dirancang ramah lingkungan, namun juga berteknologi tinggi. Sebut saja liftnya yang mampu membawa pengunjung dari lantai lima ke lantai observasi di lantai 89 hanya dalam 39 detik. Bola baja berwarna kuning seberat 800 ton di lantai 87 hingga 91 juga populer dikunjungi wisatawan, sehingga Taipei kemudian mengontrak Sanrio untuk menciptakan maskot bernama Damper Baby. Bola raksasa ini sendiri memiliki andil besar untuk menstabilkan gedung terhadap goyangan. Di layar monitor di lantai 89, pengunjung dapat melihat bola peredam tersebut “beraksi”, seperti ketika terjadi gempa di Sichuan (Mei 2008) atau angin topan Phoenix (September 2014) yang membuatnya bergerak hingga sepuluh sentimeter.

Membuat Selai Kumquat

Kumquat yang bernama latin Citrus japonica ini mirip jeruk manis, namun ukurannya lebih kecil dan lebih mirip buah zaitun. Uniknya, bagian luar kumquat manis, sementara buahnya asam, sehingga buah ini dapat dimakan bersama kulitnya (terutama di saat Imlek, karena konon siapa pun yang memakan kulit kumquat bakal mendapat keberuntungan), atau diolah menjadi berbagai produk. Di Minxiong Kumquat Factory, pengunjung dapat berkunjung ke kebun kumquat, kemudian menuju pabrik untuk melihat proses pengolahan kumquat. Serunya lagi, pengunjung juga dapat sekaligus membuat sendiri selai kumquat dengan membayar NTD200 (nantinya, selai tersebut dapat dibawa pulang dalam stoples). Di lokasi yang sama, terdapat toko yang menjual berbagai olahan kumquat berupa sari kumquat, jeli, manisan, hingga kue.

Mengagumi Sakura di Alishan

Membentang dari kaki bukit yang terhampar di barat Taiwan hingga Taman Nasional Yushan, Alishan merupakan kawasan pegunungan di Chiayi County. Merupakan salah satu tempat terbaik untuk menikmati pemandangan matahari terbit yang berlatar perkebunan teh dan lautan awan, di musim semi pengunjung juga dapat menikmati kecantikan bunga sakura yang bermekaran. Sakura cuma mekar selama sekitar 10 hari tiap tahunnya (antara Maret hingga April), yang juga bertepatan dengan liburan sekolah di Taiwan. Bila tak sempat ke puncak Alishan pun, di sepanjang jalan arah ke Alishan banyak berderet pohon sakura yang sangat indah untuk latar berfoto.

Mengunjungi Suku Aborigin

Yuyupas merupakan sebuah atraksi wisata di Alishan dengan misi ingin melestarikan kebudayaan suku Tsou, salah satu suku aborigin (orang Formosa) di Taiwan yang populasinya tak sebanyak suku lainnya, seperti Ami yang jumlahnya mencapai 37 persen dari total populasi aborigin Taiwan. Di sini, pengunjung dapat mengetahui sejarah suku Tsou, termasuk melihat rumah adat dan gaya hidup mereka, sekaligus menonton pertunjukan tari berburu. Suku aborigin Taiwan sendiri sudah menghuni Formosa selama ribuan tahun, jauh sebelum suku Han berimigrasi pada pertengahan 1600-an.

Menumbuk Mochi

Menawarkan panorama pegunungan, Long Yun Leisure Farm yang hanya 30 menit berkendara dari Alishan ini menawarkan berbagai aktivitas menarik, mulai dari menyaksikan kunang-kunang, menonton pertunjukan tradisional, hingga membuat mochi. Yang terakhir ini terutama seru dilakukan bersama-sama, berhubung alat penumbuk adonan mochi cukup berat dan melelahkan. Padahal, adonan harus ditumbuk lama agar teksturnya semakin lembut. Setelah selesai ditumbuk, peserta dapat langsung mengambil adonan untuk dibentuk menjadi bulat dan ditaburi kacang halus. (long-yun.com.tw)

Menonton Festival Lentera

Tiap tahun, Taiwan menggelar festival lentera dengan tanggal yang biasanya bertepatan dengan perayaan Cap Go Meh. Kota-kota tempat diselenggarakannya pun terus berubah, sehingga pastikan mengecek jadwalnya di eventaiwan.tw bila berencana ke Taiwan tahun depan untuk menyaksikannya. Pada 2018, festival digelar di Chiayi pada 2-11 Maret dengan total sekitar 5.000 lentera yang ditampilkan di lahan seluas 50 hektar. Bertema utama anjing (karena untuk merayakan datangnya Tahun Anjing), lentera-lentera ini merupakan karya pengrajin profesional maupun murid sekolah. Yang membuatnya unik, lenteralentera di festival ini memadukan teknologi, material, dan teknik pembuatan mutakhir, serta dimeriahkan dengan pertunjukan tarian mancanegara serta stan-stan yang menjual berbagai penganan khas, bubble tea, hingga suvenir dan aksesori.