7 Kota Pilihan bagi Si Penggila Belanja

January 11th, 2018 / / Comments Off on 7 Kota Pilihan bagi Si Penggila Belanja
Posted in Editor's Picks

Di seantero dunia, ada beberapa kota yang memang tercipta untuk dikunjungi para penggila belanja, yang seakan tak lelah keluar-masuk toko demi toko untuk mendapatkan barang incarannya. Perjalanan lintas negara dan benua bisa dilakoni untuk mengunjungi sentra belanja dunia yang sudah memiliki reputasi di kalangan warga lokal maupun wisatawan dunia. Apa sajakah tujuh kota wisata belanja yang biasa dikunjungi si penggila belanja?

New York, Amerika Serikat

Kota ini memiliki standar tinggi sebagai destinasi belanja, di mana wisatawan disediakan berbagai pilihan tempat belanja yang beragam dengan varian bujet yang dimiliki. Tak heran jika kota New York dijadikan sebagai kiblat dunia mode internasional karena masyarakatnya sendiri memiliki gaya tersendiri yang beragam juga unik. Begitu mudah menemukan butik-butik ternama kelas dunia, seperti Dior, Givenchy, Ungaro, atau Piere Cardin di berbagai lokasi perbelanjaan. Yang menarik dari New York, kota ini juga memiliki beragam toko antik yang terkurasi dengan baik, seperti Artist & Fleas di Williamsburg, Brooklyn, yang bisa beruntung bisa menemukan koleksi T-shirt superhero dari 1980-an atau rok Chanel dari era 20-an. Pilihan toko vintage lainnya adalah Stella Dallas di 218 Thompson Street, Greenwich Village, yang pemilik sekaligus kuratornya merupakan keturunan Jepang yang spesialis mengurasi Levi’s dan jaket varsity, serta gaun-gaun dari berbagai era.

Hong Kong, Tiongkok

Sebagian besar turis yang berkunjung ke Hong Kong bertujuan untuk belanja atau setidaknya berniat menyediakan waktu untuk melihat-lihat beragam toko di kota tersebut. Hong Kong sempat dinobatkan sebagai kota terbaik di Asia untuk belanja, tentu saja ini membuat banyak penggila belanja menghabiskan banyak waktu mengitari Lane Crawford, salah satu department store ternama di kota ini. Jika mencari koleksi pakaian wanita, biasanya wisatawan akan mendatangi EDIT, sedangkan mereka yang mencari sepatu dan kacamata hitam yang berkualitas, biasanya akan beranjak ke Square Street. Pengalaman belanja di Hong Kong sedikit berbeda, di mana calon pembeli harus betah diikuti pramuniaga yang tak kendor menawaran barang dagangannya.

Seoul, Korea Selatan

Masyarakat Korea Selatan tidak mengikuti tren fesyen terkini, melainkan merekalah yang menciptakan tren tersebut. Itulah sebabnya banyak perancang Asia berlomba-lomba membuka butik di ibu kota Korea Selatan ini, sehingga kota ini disebut kota Renaissance-nya Asia. Di era 70-an, Korea Selatan pernah merajai produksi tekstil dunia, sehingga kain-kain terbaik didapat dengan mudah untuk mendukung industri fesyen di Negeri Ginseng ini. Seoul memiliki panduan tempat belajan maupun barang-barang dengan kombinasi koleksi antik dan terkini yang seimbang. Beberapa tempat belanja, seperti Seoul Folk Flea Market, Namdaemun Market, dan Gyeongdong Market menawarkan gaya belanja tradisional yang terbuka dengan sistem tawar-menawar. Sementara mal-mal seperti Doota atau Lotte Departement Store, sengaja dirancang tidak hanya untuk berbelanja saja, tapi dapat pula sebagai tempat menikmati kuliner dan rekreasi.

Dubai, Uni Emirat Arab

Kota ini sudah diposisikan sebagai salah satu surga belanja, karena memang sudah menyediakan berbagai destinasi untuk wisata belanja. Walau mall-mall megahnya lebih mudah diingat karena memiliki fasilitas menarik yang membuat pengunjung betah berlama-lama, namun Dubai masih menyisakan pasar-pasar tradisional yang otentik, seperti Gold Souk yang menjual aneka perhiasan emas. Mall of the Emirates disebut-sebut sebagai resor belanja pertama di dunia, karena selain dijadikan sebagai lokasi belanja, mall ini juga menyediakan hotel dan tempat bermain ski di dalam ruang pertama di Timur Tengah. Kini, The Dubai Mall menjadi idola, selain menyediakan butik-butik perancang kelas dunia, seperti Chanel, Givenchy, Oscar de la Renta, Louis Vuiton, mall ini juga dilengkapi dengan fasilitas taman rekreasi, air terjun, air mancur menari, akuarium, rink es seukuran standar Olimpiade, dan souk (pasar tradisional) di dalam ruangan. Waktu terbaik untuk berbelanja di Dubai adalah saat digelar Dubai Shopping Festival, yang berlangsung dari Januari hingga Februari, di mana toko-toko menawarkan potongan harga hingga 70 persen.

Istanbul, Turki

Sebagian wisatawan berasumsi bahwa Istanbul adalah tujuan wisata bagi pecinta sejarah dan budaya, namun ibu kota Turki ini menjadi salah satu sasaran wisata belanja terbaik, salah satu yang dimiliki adalah Grand Bazaar-nya yang memiliki setidaknya lebih dari 5.500 toko. Situasi di dalam Grand Bazaar ramai dengan suara penjaga toko berteriak-teriak di depan tokonya, mengundang pembeli untuk mampir membeli barang dagangannya. Grand Bazaar merupakan tempat terbaik untuk membeli karpet, seperti di toko Sisko Osma yang menawarkan beragam koleksi dengan kualitas terbaik. Bila ingin berbelanja tanpa keramaian suasana pasar, bisa mengunjungi Serdar-I Ekrem, sebuah shopping street dengan jalanan berbatu, tak jauh dari Menara Galata yang dipenuhi butik milik masyarakat setempat, seperti Les Benjamins (menjual T-shirt unik), Lunapark (suvenir unik), Arzu Kaprol (butik perancang Turki), dan Kashif Sofa (toko barang-barang antik).

Moskwa, Rusia

Sebagai negara dengan temperatur dingin, jaket, boots, topi, dan sarung tangan berkualitas baik dapat dengan mudah ditemukan di kota ini. Rusia memang sedang mengalami peningkatan ekonomi dan hal ini berpengaruh pada industri fesyen, karena menjadi salah satu pusat untuk mendapatkan barang-barang mewah terbaru di Eropa. Salah satu pusat perbelanjaan ternama di kota ini adalah Moscow GUM di Red Square, sebuah department store yang memuat butik-butik ternama, baik dari perancang klasik hingga yang terkini dengan desain inovatif. Departement Store TsUM di kawasan belanja Petrovka Uliza yang mirip seperti Barney’s di New York menawarkan barang-barang perancang dunia, seperti Peter Pilotto, Christopher Kane, Giorgio Armani, dan Prada. Selain produk-produk fesyen berkelas, wisatawan bisa memanfaatkan lapak-lapak di sekitar Red Square yang banyak menjual ushanka (topi bulu khas Rusia) atau topi militer khas zaman Uni Soviet yang kerap dikenakan warga lokal untuk berpakaian sehari-hari.

Praha, Ceko

Berbelanja di Praha bak petualangan, di mana toko bobrok berusia ratusan tahun berhimpitan dengan butik mewah berinterior menawan. Tak perlu membeli, karena memasuki toko-toko di sekitar Kota Tua Nové Mĕsto dan Malá Strana pun sudah menyenangkan untuk dilakoni. Praha bukan Paris yang fashionable, namun beberapa toko menawarkan koleksi yang unik, terutama yang berbahan kulit. Kekuatan berbelanja di Praha terletak pada kerajinannya, seperti kerajinan Kristal, boneka kayu (marionette telah menjadi bagian dari tradisi lisan sejak abad ke-18), ukiran, perangkat makan keramik, batu akik merah khas Bohemiam dan sulaman brokat yang halus. Banyak toko suvenir menawarkan produk khas Ceko, namun pastikan mendapatkan yang asli dengan membeli langsung dari pengrajinnya. Sebagai catatan, hindari membeli suvenir di toko yang terdapat di tempat wisata, melainkan kunjungi galeri yang khusus menjual barang tersebut. Rata-rata toko di Praha buka pukul 10:00 hingga 18:00 atau 19:00, sedangkan mall buka hingga pukul 21:00 atau 22:00.